Senin, 28 September 2015

KESAKSIAN PEMAIN BAND, JADI PENGINJIL (Hotben Siahaan)



JANGAN TAKUT
TERUSLAH MEMBERITAKAN FIRMAN !
Kesakain hidup pemain band jadi penginjil!
Hotben Siahaan, S.Th, M.Min
 

Pengantar
Segala puji dan syukur hanya bagi Tuhan, yang oleh kasih-Nya kita diselamatkan dan diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah.
Melalui buku ini aku dapat menjumpai saudara, berbagi pengalaman tentang lika-liku, suka dan duka perjalanan menigikuti panggilan Yesus.Apa yang kulihat dan mengalaminya sebagai bahagian dalam kehidupan seorang pelayan Tuhan, kubagikan bagi saudara.
Dari panggilan-Nya yang hebat, Ia pun melatihku dalam berbagai situasi supaya boleh menjadi berkat bagi banyak orang, bagi suku-suku bangsa !
“Sebab seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke situ, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan, demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku, ia tak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruh lakukan kepadanya.” Yesaya 55:10-11
Inilah kesaksianku, yang disertai degan lagu-lagu yang juga merupakan catatan perjalananku mengikuti panggilan Tuhan….Saudara dapat membaca artikel ini sambil mendengar nada lagu dari suara dan musikku…..Aku berdoa dan berharap tulisan dalam buku ini serta nyanyianku ini boleh mengispirasi, membangkitkan semangat yang pantang menyerah terutama dalam tugas penginjilan secara meluas dan berbuah lebat..nama Tuhan Yesus Kristus Gembala Agung, Juruselamat kita dipermuliakan.

Salam, dari Hotben Siahaan
Dari kubu doadan tugas pemberitaan Injil, di berbagai pedalaman di Indonesia, Malaysia dan Brunei Darussalam.

1.     Jangan Takut
2.     Dipanggil dari api
3.     Gerakan Penginjilan

Judul lagu:
1- Menjaring Angin
2- Berharap Pada Yesus
3-Tuhan Tolong Daku
4- Pimpinlah Aku Tuhan
5- Masih Adakah Waktu
6- Berlari Kepada Yesus
7- Seperti Rusa Merindukan Sungai-Mu
8- Bersukacitalah !

Satu
JANGAN TAKUT
…teruslah memberitakan firman dan jangan diam !
Kisah Para Rasul 18:9

Dalam Alkitab kita membaca banyak tanda heran dan mujizat yang Tuhan Yesus lakukan pada masa pelayanannya sekitar 3.5 tahun di bumi ini. Mertua Petrus yang sakit demam, membangkitkan seorang pemuda di kota Nain, 3 orang kusta ditahirkan, Bartimeus yang buta jadi melihat  dan banyak yang lainnya lagi.
Yang menarik bagiku bahwa mereka yang mengalami jamahan Tuhan yang ajaib itu ternyata tidak juga tercatat sebagai pembuat sejarah misi penginjilan yang dahsyat di masanya. Mereka dikenal sebagai orang yang menerima kuasa dan alat kesaksian bagi kemuliaan nama Yesus, karena mereka memang tidak dipanggil seperti rasul-rasul Kristus, mereka orang biasa yang menjadi sasaran perhatian Yesus.
Kalau kita perhatikan Petrus, Yohanes, Zakheus, perempuan Samaria atau Lewi si pemungut cukai, mereka orang-orang yang bepengaruh dan punya posisi dan karakter yang sangat kuat sebelum dipanggil Tuhan.
Mengenai potensi, kegigihan dalam bekerja, dosa, dan keangkuhan hidup ada pada mereka, sama seperti Musa dipanggil Tuhan  karena ia memang mempunyai potensi hebat, pandai dan berani. Juga Daud seorang yang sehat, gagah, pandai, taat pada orangtuanya, pemberani dan pandai pula memainkan musik sehingga Tuhan Allah berkenan kepadanya.
Nampaknya mereka ini orang-orang hebat dan bukan orang-orang yang lemah termasuk dalam hal fisik.Keahlian, kekuatan, pengaruh, wibawa dan keberanian mereka sebelum dipanggil Tuhan sudah menjadi bahan pertimbanganyang amat penting untuk dipersembahkan kepada Tuhan sebagai alat yang dahsyat di tangan Tuhan, sehingga melalui mereka dunia ini mengalami kasih sayang Kristus.
Paling tidak kita dapat melihat pada diri Paulus.Ia ada perbedaan dengan Petrus atau Yakobus. Ingat selama menerima panggilan Tuhan, Paulus tidak pernah berbantah-bantah dengan Kristus mengenai panggilan-Nya, ia bukanlah seorang pemalas, dan Alkitab mencatat bawa ia seorang pekerja yang gigih lebih dari pada yang lain dan juga tidak cepat merasa puas atas keberhasilan pelayanannya.
Dan bila kita kembali kepada kisah saat Tuhan menghembusi Petrus dan kawan-kawannya dengan Roh Kudus supaya mereka pun pergi memberitakan Injil dan menjadikan semua bangsa murid Yesus dan membabtisnya dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan mengajar mereka melalui firman Tuhan, ternyata lain pula kenyataannya. Mereka tidak menggubris amanat itu, mereka senang-senang saja di bait Allah di Yerusalem, dan bangga dengan kumpulan jiwa-jiwa 5000 orang yang sudah terima Yesus serta mujizat-mujizat yang mereka lihat saat bersama dengan Yesus.
Inilah hati Tuhan, Ia tak mau penginjilan itu hanya di Yerusalem saja. Ia mau naman-Nya ditinggikan, dikuduskan dan disembah di seluruh bumi, tetapi mengapa murid Yesus yang dipilih-Nya sediri tidak melakukannya ?
Sudah lupakah mereka akan peristiwa penting saat Yesus menghembusi mereka dengan Roh Kudus, sebagai syarat utama dalam tugas pemberitaan Injil ke seluruh bumi, atau tamatkah rencana Tuhan hanya sampai di Yerusalem padahal Ia sudah katakan:”Kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi?” Kisah Para Rasul 1:8
Ketika pertanyaan ini datang maka yang kena sentuh bukanlah Petrus dan kawan-kawan saja.Di masa sekarang juga bahwa keadaan seperti ini tengah melanda gereja.Banyak hamba Tuhan yang sudah puas dengan hasil pelayanan mereka di lingkungan gerejanya saja.Tak ada keinginan untuk menjalankan tugas misi keluar, asal ada jemaat yang beribadah walau 5 orang atau 100 orang itu sudah cukup.
Apalagi kalau sudah punya gedung sendiri, mobil bagus, keuangan terjamin, pelayanan lancar-lancar saja maka hamba Tuhan juga dapat terjebak pada sifat malas.Hilang panggilan untuk melaksanakan amanat agung.
Kita lihat apa yang dikerjakan Paulus adalah hal-hal yang tak dikerjakan Petrus, terutama menggenapi panggilan bangsa-bangsa diluar kawasan Yerusalem.
Bila kita coba berandai-andai, ini seumpama sopir atau driverbus Damri jurusan kota Bekasi ke Jakarta Kota yang memang handal di kota, tapi kadangkala mereka tak mengantar penumpang hingga ke terminal Jakarta Kota, mereka hanya sampai di Mall Mangga Dua, sekitar 2 kilometer lagi ke Jakarta Kota, ini benar-benar tak bertanggungjawab.
Dan sebuah pengalaman nyata saat berada di Brunei Darussalam, aku dengan seorang hamba Tuhan mengendarai sedan proton melintas jalan raya negeri itu. Tiba-tiba kawan saya berkata,  lihatlah bus Damri Indonesia sampai juga ke Brunei ini, ia meluncur dengan gagah dalam kelajuan sekitar 60 km/jam.
Sebagai anak Indonesia aku sangat bangga saat kuketahui bahwa bus itu datang dari Pontianak dan melintasi 3 negara, mulai dari Pontianak Kalimantan Barat (Indonesia) masuk ke Kuching Sarawak (Malaysia) dan terus ke Bandar Seri Bengawan (Brunei Darussalam).
Melalui perjalanan bus ini kita dapat hikmat, ternyata bus itu bisa melintasi berbagai kota dan desa-desa di tiga negara di pulau Borneo, sesuai aturan di tiap negara. Dan yang jelas bahwa supir dan kondekturnya telah menjalankan tugas dengan rasa tanggungjawab sesuai persyaratan sebagaimana yang diatur pada tiga negara yang dituju.
Perlu kita ketahui bahwa jenis bus yang digunakan di kota Jakarta tadi dan yang digunakan memasuki 3 negara ya sama-sama buatan pabrik Mercedes-Benz.Tapi komitmen dan tanggungjawab pekerjanya itulah yang amat diperlukan.
Dalam hal tugas sebagai pekerja Tuhan, ya demikian juga. Setiap kita dipanggil Tuhan dan kita harus tahu bahwa kalau Tuhan yang memanggil, maka Ia akan melatih, melengkapi, mengutus dan menyertai  setiap hamba Tuhan kemana saja Ia utus. Jangan takut menjalankan tugas pelayanan.Sebab Tuhan itu maha besar, tahta-Nya besar, kuasa-Nya besar, kerajaan-Nya besar dan salah satu tempat dimana tahta itu ada ialah di bumi ini.
Di bumi ini berarti di seluruh benua, kepulauan, danau, gunung, lembah, lautan, sungai, kota, desa, perkampungan akan menjadi tumpuan yang dikuduskan bagi menegakkan Kerajaan Allah di seluruh bumi, dan untuk itu kita mesti memberitakan Injil dan menyatakan kuasa Tuhan dengan berani.
Kebenaran ini tercakup dalam Alkitab yang kita percayai sebagai firman Tuhan :
1.     Allah menciptakan langit dan bumi….(Kejadian 1:1)
2.     Allah menjadikan bumi dan segala isinya….(KPR 17:24)
3.     Tuhanlah yang mempunyai bumi serta segala isinya (Mazmur 24:1)
4.     Allah adalah Raja seluruh bumi (Mazmur 47:8)
5.     Bumi adalah tumpuan kaki Tuhan (Yesaya 66:9)
6.     Tuhan menjadi Raja atas segala bumi ( Zakaria 14:9)
7.     Bumi akan penuh dengan pengetahuan akan kemuliaan Tuhan (Habakuk 2:14)
8.     Datanglah Kerajaan-Mu di bumi seperti di surga (Matius 6:10)
9.     Supaya nama-Ku dimasyhurkan di seluruh bumi (Roma 9:17)
10.                        Ayunkanlah sabitmu itu dan tuailah, karena sudah tiba saatnya untuk menuai, sebab tuaian di bumi sudah masak (Wahyu 14:15)
Bayangkanlah bila amanat Yesus sempat tidak dikerjakan para hamba-hamba-Nya.Tentu kita sudah melihat Tuhan yang di surga di atas, dan manusia di bumi tetap menjadi mitra-Nya untuk menyatakan kemuliaan-Nya di muka bumi. Untuk itu Ia dengan tegas bertindak karena murid-murid-Nya yang Ia percayai tidak lagi bersemangat memberitakan nama-Nya. Iacemburu karena di negeri asing nama-Nya tidak dikenal orang dan dipuja sebagai Tuhan.
Sebagai contoh yang perlu kita ketahuipada saat pelayanan Paulus, bahwa di kota Athena nama-Nya belum diberitakan sehingga penduduk kota Athena masih menyembah kepada allah yang tidak dikenal. Di Efesus nama-Nyapun belum diberitahukan sehingga Efesus penuh dengan kuil-kuil dewa Artemis yang disembah bangsa di Asia dan seluruh dunia yang beradab. (KPR 19:29).
Keadaan seperti ini harus mendorong hati para pelayan Tuhan untuk memberitakan Injil, tidak kira suku bangsa, tempat, asal saja Tuhan telah mengutus-Nya maka kesanalah ia pergi, apapun rintangan-Nya tetaplah menginjil !
Panggilan Tuhan atas Paulus
Untuk pertama kalinya singa Yehuda mengaum dan memporak-porandakan Yerusalem dan membuat para rasul-rasul melarikan diri ke segala tempat.
Dengan secara terpaksa Tuhan memakai Saulus yang disebut                                                                    Paulus untuk membangunkan rasul-rasul yang bersantai-santai di kompleks bait suci Yerusalem. Ia mengobrak-abrik semua jemaat, walaupun dibayar dengan harga mahal seperti Stefanus mati terbunuh dan melukai laki-laki dan perempuan yang selanjutnya dijebloskan ke dalam penjara.
Peristiwa ini datang dari Tuhan, untuk membangkitkan hamba-hamba Tuhan agar bangkit dariarea situai aman, zon selesa dari tidur yang panjang yang sudah tumpul kepedulian terhadap panggilan jiwa-jiwa, yang merasa diri lebih baik lebih rohani lebih benar dibandingkan orang lain.
Inilah yang banyak melanda para hamba Tuhan.Mereka kehilangan panggilan yang semula sebelum mereka terjun di ladang Tuhan. Ada jiwa-jiwa yang sakit tidak juga dikunjungi atau dilayani, ada yang mengalami masalah pun tidak dibantu mencari jalan keluarnya atau paling tidak mengajaknya berdoa berharap kepada Tuhan, lalu ada banyak juga jemaat-jemaat yang lemah secara keuangan lalu dipengaruhi pihak lain untuk mengikuti ajaran mereka dengan cara memberi bantuan keuangan atau lapangan pekerjaan, sebagaimana yang tengah terjadi di beberapa bagian pedalaman Sabah, Malaysia.
Bandingkanlah dengan peristiwa saat bangsa Israel ditindas di tanah Mesir dan menghindari dari penyembahan dewa-dewa Mesir, Ia pun memakai raja Firaun dan bala tentaranya untuk mengusir bangsa Israel dari Mesir walaupun nampaknya sangat sadis dan ganas tapi Tuhan menyelamatkan mereka sementara tentara Mesir tenggelam dan mati di laut Kolzum.
Renungkanlah bahwa setiap peristiwa ada maskud Tuhan di dalamnya, seperti kata firman Tuhan;”Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.”Roma 8:28.

Demikian juga dengan peristiwa Paulus di Yerusalem, adalahmaksud Tuhan untuk pelebaran pemberitaan nama-Nya ke seluruh bumi. Tentang itu Tuhan tidak tanggung-tanggung, Ia justru memakai orang yang paling kasar dan berani serta memiliki banyak kemampuan yang menonjol seperti keberanian, pengetahuan tentang hukum negara, firman Tuhan, menguasai ilmu geografi, sastra, budaya, yang akhirnya menjadi bekal dia berhadapan dengan bangsa Asia, Makedonia, Italia dengan berbagai karakter, budaya, intelektual yang Paulus sendiri sudah menguasainya dengan baik.
Dari peristiwa huru-hara di Yerusalem juga sudah Yesus katakan bahwa Paulus juga akan menerima pengalaman yang sama dalam tugas pemberitaan Injil. Ketika ia dilayani oleh seorang hamba Tuhan biasa bernama Ananias, Tuhan berbicara:”Pergilah, sebab orang ini alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa- bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel”.Kisah Para Rasul 9:15.
Jangan takut !
Teruslah memberitakanfirman
Dan jangan diam !
KPR 18:9
Pengalaman Paulus dari seorang pemburu umat Tuhan untuk dibantai menjadi pemburu jiwa bagi Yesus sungguh tak dapat dielakkan, ia telah tertangkap jari Yesus yang maha dahsyat !
Sekarang kita bacalah amanat Tuhankita,:”Pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan babtislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus dan ajarlah mereka melakukan segala seuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”Matius28:19-20.
Ternyata, sejak peristiwa mereka menerima Roh Kudus, para murid Yesus tak melakukan pergerakan penginjilan besar-besaran sebelum Paulus muncul !
Aniaya memacu penginjilan
Di hampir seluruh kolong langit ini, bahwa penginjilan selalu mendapat tantangan.Tapi jangan lupa justru saat aniaya terjadi maka kuasa Injil semakin dahsyat.Hal ini mengingatkanku kepada dua kutub positif dan negative yang ada pada satu battery.Tatkala kita menggunakan battrey itu mesti tersedia power/energy yang cukup.
Seperti dalam pelayanan aku selalu menggunakan kamera digital untuk meliput setiap pelayanan, tapi suatu saat battrey kamera rusak, tak dapat menyimpan dan mengeluarkan tenaga, maka sementara waktu kamera tak dapat kugunakan sebelum mengganti battery yang bagus.
Yang perlu kita ketahui bahwa meski battery terisi penuh, maka sistim arus positif dan negative tetap mutlak ada. Lalu bagaimana dalam pelayanan ini ? Mampukah kita tetap berfungsi dalam tugas pelayanan karena ternyata arus positif dan negative tak dapat dipisahkan….
Dalam peta di belakang Alkitab kita nampak rute perjalanan misi Paulus disana.Dari Yerusalem melompat ke Antiokhia, Filipi, Berea, Athena, Efesus, Roma dan ke daerah lainnya dan akhirnya sampailah ke ujung bumi. Adakah perjalaan Paulus semuanya melintas darat atau hanya laut ?Dan apakah semua berjalan baik-baik saja atau penuh rintangan? Kembali kepada seperti battery dengan arus listrik positif dan negatif, maka kita pun tetap berjalan melayani Tuhan dalam arus yang sama, namun arus positiflah yang terpenting yang menjadi pemimpin, pemenang dan menguasai !!!
Tujuan Yesus mengutus murid-murid-Nya ialah untuk memberitakan nama-Nya ke seluruh bumi dengan maksud supaya :
1.     Manusia percaya kepada nama Tuhan Yesus Kristus dan diselamatkan (Yohanes 3:16)
2.     Manusia memasyhurkan nama Tuhan Yesus Kristus di seluruh bumi (Roma 9:17)
Hal ini terbukti mulai dari saat Musa memberitakan nama Tuhan di tengah-tengah bangsa Israel di negeri Mesir. Begitu juga Paulus memberitakan nama Tuhan kepada penduduk kota Athena yang menyembah allah yang namanya tidak dikenal.
Dengan demikian  tercapailah misi Tuhan untuk menyelamatkan suku bangsa di bumi yang juga dapat kitabaca pada Filipi 2:5-11..

Dua
DIPANGGIL DARI API
“Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum  keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkam engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa”Yeremia 1:5
Di masa muda ketika duduk di bangsu sekolah menengahbahkan kuliah, aku belum memahami secara betul arti kehidupan sebagai seorang Kristen.Padahal akuseorang anak kedua dari pendeta gereja Pentakosta, yang kata orang menonjol dalam hal doa, pujian dan kesaksian. Ciri-ciri yang menonjol dalam gereja aliran Roh Kudus ini adalah ibadah yang disertai dengan permainan musik band yang lengkap atau keyboard saja.
Team musik yang terlatih akan semakin harmony bila disertai dengan para penari rebana yang lincah dan penuh penghayatan. Maka saat pujian dan penyembahan diangkat, jemaat pun mengikutinya dengan rasa hormat kepada Tuhan.Sambil bernyanyi, bertepuk tangan secara kuat-kuat, melompat dan menari dengan girang.Dan orang di sekitar gereja sering salah sangka dan gereja yang demikian dijuluki gereja suka bising, berteriak-teriak, menangis dan tertawa.
Dalam struktur keluarga aku cucu dari seorang nenek yang sangat rajin beribadah, tekun berdoa, bersaksipun berapi-api walau usia sudah 80 an tahun.Mereka menjadi pembawa inspirasi rohani bagiku. Kesaksian hidup nenek moyangku menjadi teladan iman bagiku sejak panggilan Tuhan pada saat usiaku mencapai 30 an tahun.

Jejak-jejak langkah iman.
Dalam perjalanan hidup iman ini, rupanya nenek moyangku ini membawa dasar pembentukan imanku.Aku suka kepada mereka karena tetap kuingat bahwaaku cicit dari seorang nenek yang sangat gigih mengerjakan hidupnya sebagai seorang Kristen.Ada cerita dari seorang kakekku yaitu pakciknya bapaku berkata, bahwa neneknya mengikuti Yesus melalui pelayanan gereja pentakosta adalah atas anjuran kakek yang ketika itu bertugas sebagai penghulu dii kampung…
Tatkala Tuhan memanggil kakek, maka nenek kami mengingat pesan itu agar beribadah dengan kumpulan jemaat Pentaskota, walau sebenarnya masa itu ada juga gereja lain. Mengingat pesan suaminya yaitu kakek, maka nenek yang telah menjadi janda dan menanggung beban membesarkan anak-anaknya serta juga cucunya yaitu bapaku yang juga telah menjadi yatim,….iapun memulai pekerjaannnya sebagai tukang urut membantu ibu-ibu hamil, karena masa itu klinik, rumah sakit sangat jauh, bahkan bidan atau mantri perubatan dari rumah sakit jarang ada yang sampi ke kampung-kampung.
Sebagai seorang tukang urut, nenek kami sangat diberkati Tuhan.Ia menjadikan pekerjaan itu sebagai pelayanan. Ia senantiasa mengajar ibu-ibu berdoa, bernyanyi dan bersaksi. Tidak jarang ia juga berhadapan dengan kuasa kegelapan, setan yang mengganggu ibu-ibu yang mau melahirkan tapi nenek kami mampu mengusirnya.
Semasa hidupnya ia dikenal sebagai pengurut yang diberkati Tuhan, ada ratusan lebih bayi lahir melalui jamahan tangannya dan nenek telah menjadi partner pemerintah khusunya klinik  atau rumah sakit dalam hal ibu-ibu dan masalah kelahiran anak.
Hingga usianya 93 tahun ia masih dapat pergi ke gereja dibonceng naik sepeda motor oleh ayahku, yang kala itu belum menjadi gembala sidang. Dan catatan mengenai kehidupan nenek moyangku ini terpatri dalam hatiku yang perlu juga kuceritakan sebagai dasar imanku, sebab melalui perjalanan hidup mereka pula aku dapat belajar secara nyata apa arti hidup ini serta bagaimana menjalankan tugas panggilan Tuhan sesuai dengan firman-Nya.
Pada masa-masa tertentu yang teramat sulit, jejak-jejak langkah iman nenek moyangku serta ayah dan ibuku dapat memberi dorongan laksana dinamit,tetap meledak-ledak, berapi-api dan tegap berdiri berjuang dalam tugas pemberitaan Injil Kristus.
Walau kusadari bahwa sejak kutinggalkan kampung halamanku desa Raja Maligas kecamatan Hutabayu Raja Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara tahun 1983 dengan tujuan kuliah di salah satu universitas swasta di kota Jakarta, akhirnyagagal menyelesaikan study karena tergoda kemilau musik sekuler, dan dimasa yang sulit  Tuhan datang dan memulihkan hidupku untuk kemuliaan nama-Nya.
Dari kegagalan itu aku belajar, dan rela dibentuk Tuhan seperti firman-Nya berkata: ”Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan hukum itu menang. Dan panda-Nyalah bangsa-bangsa akan berharap”.Matius 12:20-21.
Lagu1 : Menjaring Angin
Ke gunung-gunung yang tinggi sudah kau daki
Ke kota-kota yang ramai sudah kau cari
Namun tiada kau temui apayang kau ingini
Semua sia-sua bagai menjaring angin
Reff:
Hanyah Yesus oh Yesus tempatmu beteduh
Hanyalah Yesus oh Yesus penolong hidupmu
Harta dunia tak membuatmu senang
Hanyalah Yesus yang beri bahagia

Dari tahun 1984 hingga 1994 aku jadi pemain musik di panggung musik tanah air. Bekal ini saya peroleh dari saat belajar gitar dari ayahku sendiri serta dari kursus musik di sekolah musik Yamaha kota Pematang Siantar, Sumatra Utara.
Agak lumayanlah sebagai bekal bergabung dengan anak-anak band kota Jakarta. Tapi masa itu aku tak puas hanya dengan bermain musik saja, lalu kucoba mengikuti kursus bina vokalia di studio Radio Republik Indonesia (RRI) di jalan Merdeka Jakarta Pusat yang ketika itu para pengajarnya sangat diakui sebagaio pengajar vocal yang baik seperti Yan Berlin Panjaitan, Rhama Aiphama dan yang lainnya lagi.
Dari studio RRI aku belajar kepadapersonil grup band Krakatau yangdi dalamnya ada Indra Lesmana dan kawan-kawan yang kala itu sangat terkenal karena prestasi musik mereka, lalu aku ikut kursus di sana di studio Farabi yang mereka dirikan di kawasan Jakarta Selatan. Aku khusus belajar teknik gitar saja dengan Donny Suhendro yang mainnya memang cukup cantik.
Tidak cukup sampai di situ, aku juga belajar lagi kepada Mas Franky Raden Ph.D, seorang penata musik serta kritikus musik film yang disegani. Dengan senang hati aku dapat langsung mengikuti praktek bagaimana membuat musik film “Memburu Makelar Mayat” yang dibintangi Lidya Kandow, di tahun 1986.
Bergabungnya dengan para murid-murid musik membuat wawasan semakin luas, dan aku semakin berani tampil di berbagai panggung termasuk sesekali bermain musik di jalanan “Basking Music”mengikuti gaya anak muda Jakarta, hingga menerobos layar kaca stasiun Televisi Republik Indonesia (TVRI) yang kala itu sangat sulit dimasuki para pendatang baru.
Dari sekedar bermain musik amatir akhirnya aku masuk pada bisnis musikdan pembuatan musik untuk layar film.Banyak  kegiatanmusik yang kuikuti. Pentas komersil, rekaman lagu-lagu populer yang dilantunkan para penyanyi terkenal dalam berbagai versi seperti pop, dangduth, keroncong, disco remix, daerah bahkan rohani kristiani.
Di antara mereka para penyanyi pop dan dangduth yang pernah saya buatkan musik adalah Nike Ardilla, Tetty Manurung, Sally Marcelina, Darto Helm, Elyana Ayu Soraya, Intan Ali, Indah Permata Sari, ZAZ Sister, Ian Rockaya, Iin Batara, Trio Andena, Hany Wibowo, Wenty Anggreany, Herlina Effendy, WD Mochtar dan lainnya lagi.

Lagu 2: Tuhan Tolong Daku
Terasa gelap kehidupan yang harus kualami
Tiada terang kulalui Tuhan tolong daku
Terasa berat kehidupan yang selalu membebani
Tiada dapat kuhadapi Tuhan tolong daku
Reff:
Berilah kuasa-Mu kepadaku, terangi jalanku
Oh Tuhan kuatkanlah imanku, jangan kutersesat

Panggilan pertama
“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah kepada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan” Matius 11:28
Dalam keadaan sulit, Tuhan juga memberikan inspirasi, bahwa selain kita ada juga orang lain yang mengalami kesulitan kehidupan sama seperti kita. Masa proses Tuhan di tahun 1996, beberapa keluarga kami berhgantian menumpang lama di rumah kami karena mereka menghadapi kesulitahn hidup. Rupanya kita tidak sendirian,…dan Tuhan melatih kami melalui kehadiran mereka menumpang di rumah kami.
Kami semakin tekun berdoa, belajar, menginjil dan terus membawa jiwa-jiwa kepada Yesus,…dan masa-masa inilah mulai merintis pembukaan Gereja Pentakosta Jemaat Lembah Pujian di kota Rengasdengklok, Karawang.
Lagu ini terinspirasi dari apa yang mereka hadapi,….dan telah menjadi berkat bagi banyak orang.
Lagu3 :Berharap Pada Yesus
Bila engkau hadapi persoalan, bila engkau tak mampu sendiri
Mari datang datanglah pada Yesus, jadikanlah Dia Juruselamatmu
Reff :
Serahkanlah semua beban hidupmu, serahkanlah semua persoalanmu
Berharaplah hanya pada Yesus, Dia yang sanggup merubah hidupmu

Janganlah kau harapkan manusia, janganlah kau bersandar padanya
Hanya Yesus lah tempatmu mengadu, menuntunmu ke jalan yang benar
Awal kehancuran….
Pada pemandanganku bermainmusik pop itu baik, tapi bagi orangtuaku sangat bertentangan apalagi mereka sangat cinta Tuhan.Selama tujuh tahun aku hanya beberapa kali saja ke gereja, aku telah terikat dengan jadwal musik di hotel, restoran, keliling kota-kota dan rekaman. Orangtuaku selau berdoa supaya aku keluar dari musik pop dan berharap agar aku melayani Tuhan….
Seorang pengusaha asal pulau Belitung menjadi teman baik dalam menjalankan industry music dan film.Ia mempercayakanku mengelola produksi rekaman mulai dari persiapan produksi, promosi di media cetak dan televise hingga memasarkan ke seluruh Indonesia.
Dari kantor yang bermula disewa, dan akhirnya membeli gedung sendiri bahkan mengembang pada bisnis lainnya, perusahaan itu semakin maju. Tapi entah kenapa memasuki tahun 90-an perubahan terjadi dalam iklim bisnis  global. Bisnis film layar lebar didesak oleh maraknya penjulan vcd, dvd secara bebas dan film sinema elektronik atau sinetron yang ketika itu menguasai televisi sehingga panggung bioskop atau pawagam banyak yang tutup dan bangkrut.
Keadaan ini mempengaruhiperjalanan karir musikku tambah merosot dan hancur. Aku tak dapat berbuat apa-apa selain ikut keluarga istri di kota Rengasdengklok Karawang, Jawa Barat.  Kehidupan jauh dari kegiatan musik.Kami hidup sederhana, dan bekerja membantu usaha toko ipar di pasar serta membuat makanan, kue-kue, telur asin yang kami titipkan di toko-toko dan warung di perkampungan. Meski demikian aku belum juga menemukan bagaimana keluar dari masalah yang rumit kuhadapi….
Terang Kristus Bersinar !
Tanggal 1 Oktober 1989 merupakan hari bersejarah bagiku.Penderitaan karena jauh dari Tuhan memang tiada kepalang. Aku bersama istri dan anakku yang ketika itu baru satu orang bernama Maya Berlian Siahaan, mendapat terang dari Yesus melalui kepedulian hamba-hamba Tuhan di kota itu yang senantiasa mengunjungi , mendoakan dan membantu kami dengan sukacita.
Seperti cerita “Anak Hilang” yang menderita lapar, terhina dan jauh dari perhatian keluarga, maka hari itu muncullah terang kemuliaan Kristus menyinari hatiku, dan kami sekeluarga,…. Yesus berkata:….mari anak-Ku !
Semula aku ragu, bimbang, takut dan merasa tidak layak menerima undangan Kristus.Dimana aku sadar hidupku sangat kotor dan bertahun-tahun tidak pernah beribadah kepada Dia.Bagaikan petir menggelegar di tengah hari bolong aku mendengar suara Tuhan.Dan sejak saat itu aku merasakan damai, sukacita, pemulihan dan belaian kasih Kristus yang amat besar.Namun di dalam waktu-waktu tertentu aku pun lemah dan mencoba berlari tinggalkan Dia.
Lagu 4 :Kasih Yesus
Kasih Yesus kini aku rasakan kasih-Nya memberi selamat jiwaku
Beban hidupku hilang karena Dia, kupujilah nama-Mu ya Tuhan
Reff:
Pada-Mu Tuhan aku bersyukur, trimalah sembah dan pujiku
Pada-Mu Tuhan aku berseru, hanya Kau yang layak disembah
Kasih Yesus tiada terkatakan, kasih-Nya sungguh mulia
Engkau yang hilang segeralah pulang, bersandarlah pada kasih Yesus
Dunia menggaetku, orang menghinaku malahan aku semakin bimbang akan rencana Tuhan. Aku sakit, istriku sakit bahkan anak-anakku yang pertama terancam mati karena demam berdarah, bahkan anakku yang lelaki Shandy hampir digigit ular.Beginikah hidup di dalam Tuhan ?
Panggilan kedua.
“Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejatera-Ku Kuberikan keapadamu, danapa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.”Yohanes 14:27
Seperti Yunus yang menolak perintah Tuhan atau Demas yang menyimpang dari panggilan misi ?Esau yang menjual hak kesulungannya kepada Yakub hanya karena lapar, ternyata banyak menyerang orang-orang Kristen yang belum kuat seperti aku ini.
Hidup sebagai orang Kristen yang baru pulang ke jalan Tuhan ternyata belum bisa kuikuti dengan mantap.Aku benar-benar mabuk, puntang-panting dan hidup tak terarah.Usahaku untuk mendukung pelayanan musik di gereja yang kulakukan dari hari senin hingga minggu ternyata membuatku hidup dalam banyak rintangan kehidupan.
Dalam memenuhi kehidupan sehari-hari aku dan istri hanya beroleh pendapatan dari hasil berjualan kopi, kue-kue kering dan basah, bawang putih, kemiri, agar-agar jelly bahkan telor asin yang kami jual ke rumah-rumah, dan hasilnya tak mencukupi untuk kebutuhan hidup kami sekeluarga, karena jumlahnya tak seberapa sebab tak ada modal.
Kami benar-benar masuk dalam ujian iman…..pengharapan kepada Yesus saja !Kemampuan serta keadaan di masa lampau hanya kenangan saja, tak dapat dibanggakan selain sebagai pelajaran untuk menata kehidupan dalam perjalanan selanjutnya. Kelabu dan tiada cerah bila hidup diluar Tuhan !

Lagu5 : Pimpinlah Aku Tuhan
Pimpinlah aku Tuhan, di sepanjang dalan hidupku
Ku tak dapat jalan sendiri, tanpa Roh Kudus aku tersesatlah
Beri iman padaku agar kutabah menghadapi
Pencobaan yang menghalangi, bila kuingin dekat kepada-Mu

Reff:
Peganglah diriku ini ya Tuhan, lepaskan dari segala pencobaan
Kuatkanlah imanku kepada-Mu, agar kusetia mengiring Engkau
Berikan aku terang-Mu Tuhan,  jangan kuberjalan di kegelapan
Ijinkanlah kuasa-Mu Yesus, agar kusetia dalam firman-Mu

Cinta mula-mula kepada Kristus dan pekerjaan-Nya memang sangat besar tetapi dalam hal materi terus terang kami sangat berkekurangan. Apalagi suatu ketika anakku Maya si sulung sakit demam berdarah yang hampir merenggut nyawanya, sebab dari hidung dan pori-pori kulitnya sudah mengeluarkan banyak darah segar.
Waktu itu aku benar-benar tidak bisa kontrol diri lagi. Aku lalu marah-marah dan mengamuk sepertinya menantang Tuhan dengan terikan suara kuat: Dimana Tuhan? Aku sudah tinggalkan musik dunia tapi Tuhan kenapa izinkan anakku sakit begini ? Kepalan tanganku begitu keras meninju lemari dan sangat sakit sekali, dan setelah itu secara cepat dan jelas kudengar suara yang berkata “Dibalik penderitaanmu akan Kutunjukkan kemuliaan-Ku kepadamu”
Lagu6 : Masih Adaka Waktu
Kumenyadari perjalanan hidupku, yang tak pernah jujur di hadapan-Mu
Dan kadang kala langkah-langkah kakiku, ingin berlari tinggalkan diri-Mu
Tiada lagi damai di hatiku, kecemasan silih berganti
Tiada lagi terang bagiku, kegelapan telah melandaku
Reff:
Oh Tuhan masih adakah waktu, kudatang berserah pada-Mu
Oh Tuhan janganlah Engkau biarkan diriku, seluruh hidupku untuk-Mu
Oh Tuhan masihkah Engkau mau, mendengar doaku pada-Mu
Oh Tuhan hapuskanlah semua dosa-dosaku, seluruh hidupku untuk-Mu
Seluruh hidupku untuk-Mu….Tuhan !

Suara yang kudengar itu terus menerus  mengiang di telingaku. Tak mengerti apa yang harus kuperbuat, hati gundah-gulana, tak ada orang yang memberi arahan. Aku berjalan menyerah pada tuntunan Tuhan.
Dengan biaya seadanya anakku kami bawa ke rumah sakit pemerintah Bayukarta di Karawang. Puji Tuhan masih tertolong walau pembayaran rumah sakit serta pembelian obat kami cicil karena  tak ada uang dan tak ada yang dapat memberi pinjaman, kami menyerah pada Tuhan.
Pada hari pertama hingga ke tiga, kami sangat kuatir karena uang kami tak ada, dan orang-orang pun tak ada yang datang melawat termasuk dari gereja. Oleh pertolongan Tuhan pada hari ke empat serombongan anak-anak Tuhan dari gereja dan orang tua teman anakku datang, dan mereka memberkati kami sehingga biaya rumah sakit terbayar sepenuhnya, haleluya. Selama 5 hari di rumah sakit anakku sembuh oleh pertolongan Tuhan.
Melalui penyakit ini, Tuhan membuka hati kami untuk mengenal kasih Yesus. Namun demikian soal keperluan sehari-hari masih juga belum mantap. Aku dibalut rasa kuatir.Masalah dalam pikiran semakin bertumpuk, termasuk mengenai sekolah anak-anakku, rumah tinggal, kenderaan dan berbagai keperluan ini dan itu dan terus dalam pikiranku.Mengambil keputusan antara berlari mencari Tuhan atau mencari pekerjaan untuk menyambung kehidupan seperti berkejar-kejaran dan sulit diputuskan.
Panggilan Ketiga
“Hai kamu orang-orang yang tidak setia !Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah. Jadi barang siapa menjadi sahabat dunia ini, Ia menjadikan dirinya musuh Allah. Janganlah kamu menyangka, bahwa kitab suci tanpa alasan berkata :” Roh yang ditempatkan Allah di dalam diri kita diingininya dengan cemburu. “ 1 Yakobus 4:4-5

Pantas Yesus mengenyahkan Iblis di padang gurun dan berkata “Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah “ Matius 4:4

Dari awal mulai Injil, Tuhan Yesus sudah meunjukkan kepada kita menyangkut makanan supaya anak-anak Tuhan yang hidup percaya kepada Yesus, juga menang atas trik Iblis menyangkut kebutuhan perut.
Rupanya Tuhan Yesus sangat terhina bila orang tinggalkan Tuhanhanya karena masalah makanan dan kebutuhan jasmaniah, dan Ia tak mau terulang seperti kisah Adam dan Hawa di taman Eden yang dibujuk Iblis si ular tua itu dengan buah yang hanya memuaskan mata dan perut.
Tapi jujur hal itu pun menimpa kehidupan kami. Karena niat ingin meningkatkan kehidupan secara material aku menuruti permintaan kawan lama untuk bekerja dengan dia membantu dalam bisnis kaset lagu pop dan film layar lebar di kota Jakarta.
Dalam pekerjaan ini aku duduk sebagai wakil produser dan itu posisi memaksaku berbaur dengan para artis papan atas.Para pemain film, penyanyi dan orang-orag top di kancah film dan musik Indonesia.
Di saat seperti ini aku rasa kikuk, canggung.Karena semula sudah melayani sebagai pemain gitar dan keybord di gereja, tapi sekarang aku undur dari pelayanan dan bekerja di bidang dunia selebritis yang menurut beberapa pandangan orang sangat banyak sisi negatifnya. Kadang kupikir kesempatan untuk naik memang ada namun hatiku sangat tertekan walaupun aku sudah mulai dapat uang lumayan dan dapat memenuhi keperluan keluarga termasuk menyekolahkan anak-anak di sekolah Kristen yang cukup berkualiatas, tapi benar aku penuh rasa takut apalagi aku tak ada lagi waktu untuk beribadah dan melayani di gereja karena hari minggu juga aku mesti ada di lapangan mengntrol shooting film atau merekam musik.
Apayang kualami saat mula-mula datang ke pada Tuhan meski keuangan agak sulit tapi aku dapat berlama-lama di gereja, berlatih musik, berkumpul dengan jemaat-jemaat, hamba Tuhan ya tentu saja dengankeluarga akhirnya semakin hilang saja.
Perjalanan hidupku berubah lagi,  aku jadi sibuk dengan urusan bisnis perusahaan kawanku itu, dan sering  bekerja hingga menjelang pagi sehingga sering juga aku tidak pulang ke rumah karena banyaknya pekerjaan itu.
Jiwaku semakin tertekan, aku bingung dan tidak mengerti apa yang harus kubuat., Sepertinya aku masuk dalam perangkap, yang aku sendiri tidak bisa keluar atau meronta dari perangkap itu.
Hari-hari indah bersama keluarga, dengan anak-anakku yang masih kecil dan lucu tidak bisa kunikmati bersama mereka.Padahal sebelum bekerja begini meski tak cukup uang aku masih dapat berolah raga berjalan kaki pagi-pagi dan bermain bulu tangkis dengan istriku. Aku suka bermain sepeda dengan anak-anakku berkeliling di sekitar kampung di kota Rengasdengklok Karawang.  Yang paling menyedihkan kami jarang bisa bersaat teduh bersama karena bila aku pulang larut malam anak-anak sudah tidur sementara pagi-pagi betul aku sudah berangkat lagi.
Tidak itu saja beberapa kawan sepelayanan di gereja pun sudah merasa dingin dan kehilangan kehangatan seperti di masa-masa awal kami berlatih musik bersama dan terasa sangat manis, tapi sekarang sudah ada kegiatan yang membuat jurang pemisah yang menyebabkan hubunganrohani pun tambah dingin.
Dipanggil dari Api
“Sebab seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke situ, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan, demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku, ia tak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruh lakukan kepadanya.” Yesaya 55:10-11
Luarbiasa, keliaran serta pelarian dari rencana Tuhan sangat menyulitkan. Suatu ketika di bulan Oktober 1994 aku tidak habis pikir, tiba-tiba di depan pintu kantor tempatku bekerja aku menginjak paku 5 inchi. Menembus kaki dan melukainya sekalipun aku memakai sendal jepit, rasanya sakit sekali !
Lalu bosku datang dan membawaku ke klinik di dekat kantor. Setelah disuntik bius aku diantar kembali ke kantor. Entah kenapa malam itu listrik di kompleks kantor  tidak menyala lalu aku menggunakan lilin dan meletakkannya di atas papan penyekat ruangan. Saking ngantuknya akibat pengaruh obat bius itu aku tidur terlelap di atas sofa tamu percis di bawah papan penyekat.
Dahsyat, ternyata dari jam 7 malam sampai jam 5 pagi aku tidur terlelap dan tidak sadar kalau lilin tadi sudah membakar papan penyekat ruangan yang ada di atas sofa tempat aku berbaring. Bara api itu telah menjalar dan ruangan pun penuh asap.
Tapi sekonyong-konyong pada jam 5 pagi datanglah seorang karyawan yang baru saja pulang dari pekerjaannya di lapangan mengawasi pemutaran film di kawasan Jakarta Selatan. Tatkala ia melihat ruangan gelap dengan asap maka dengan segera  ia membangunkanku dengan suara yang sangat keras sambil memukul-mukul badanku, karena ia melihat aku sangat terpulas sementara api menjalar di atas sofa tempatku tidur.
Haleluya, Tuhan baik !kalau bukan kasih Tuhan aku sudah terbakar bahkan mati gosong jadi arang ! Oh karena kebaikan Tuhan ia menyuruh karyawan yang juga sebagai anak buahku datang tepat waktu walau sudah menjelang pagi untuk menolong menyelamatkan aku.
Kemudian pada pagi inilah sebagai peringatan penting bagiku dalam penentuan hidup bersama Kristus. Mulai detik-detik itu aku semakin takut akan Tuhan dan dengan tekad yang kuat dan bulat untuk meninggalkan pekerjaan dalam bisnis musik pop dan film yang ternyata semakin hari membuatku jauh dari Tuhan Yesus Sang Penebusku !

Tiga
GERAKAN PENGINJILAN

“Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: Yang lama tela berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang: 2 Korintus 5:17
Pemutusan hubungansebagai hamba bagi dunia lalu datang pada Yesus adalah keputusan yang sangat mahal dan dihargai Tuhan. Dalam proses ini Yesus pun membekali seorang murid-Nya dengan kuasa seperti tertulis dalam Injil Lukas 10:19 “Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tak ada yang membahayakan kamu”
Kota Rengasdengklok.
Mencantumkan nama kota Rengasdengklok penting sebagai kota yang menjadi saksi bagi pembentukan calon hamba Tuhan, yang dikemudian hari Tuhan bawa menerobos kepada banyak suku bangsa di Asia Tenggara.
Kota ini kecil saja sebagai kota kecamatan dengan penduduk sekitar 100 ribu jiwa, yang lebih cocok disebut sebagai daerah pertanian, karena kota ini mendapat julukan lumbung padi provinsi Jawa Barat. Jaraknya sekitar 100 km dari Jakarta atau 80 km dari Bandung.Penduduknya mayoritas suku Sunda, Jawa dan terdapat juga orang Cina dan ada Batak, Minangkabau, Madura serta etnis lainnya. Di kota orang Cina menguasai pusat pasar dan bisnis peternakan ikan bandeng, udang, kilang padi dan kerupuk yang sangat terkenal dari daerah ini.
Kehancuran karir musik di kota Jakarta, memaksaku bersama istri pindah ke sini, sehingga selama 12 tahun membaur dengan masyarakat, mengikuti cara hidup, budaya suku Sunda dan bekerja sebagai pedagang. Di kota inilah Tuhan menyelamatkanku dan membawa kami sekeluarga datang beribadah kepada Dia.
Meski banyak rintangan yang kami hadapi, mulai dari masa sekolah pelayan hingga merintis gereja bahkan melihat kemajuan pelayanan yang akhirnya ditutup pemimpin Islam secara paksa karena mereka tak senang dengan banyaknya orang datang kepada Yesus terutama dari suku Sunda.
Cinta mula-mula.
Di awal perjumpaan dengan Yesus  keadaan seperti kisah perempuan Samaria yang berjumpa dengan Yesus. Hari-hariku sibuk dengan usaha berdagang, bersaksi dan membuat selebaran berita penginjilan, serta menyebarkan warta gereja, buku saku, Alkitab, kaset kepada khalayak ramai di sekitar kota Rengasdengklok Karawang, Jawa Barat. Tidak perduli aku orang apakah yang kujumpai itu, atau agama apakah dia, yang jelas aku merasakan Tuhan begitu jelas mau memakaiku dengan karunia khusus yang Ia berikan dalam hal bersaksi.
Sejak hidup dalam Tuhan akupun membangun hubungan dengan Kristus lewat mezbah keluarga setiap hari baik pagi maupun malam hari, sebagaimana Nuh memelihara keluarganya dengan persekutuan demikian kubuat di tengah-tengah keluarga kecilku.
Untuk melengkapi pelayanan kupustuskan berhenti dari berdaganga di pasar dan Agusutus 1995 masuk sekolah pendeta di Sekolah Alkitab Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) di Cianjur Jawa Barat. Sehingga tahun 2005 aku terus menimba pelajaran Alkitab dan pelayanan ke beberapa sekolah seperti Sekolah Penginjil (STE Gereja Bethel Petamburan Jakarta, Sekolah Tehologia Jakarta (STT Inalta) dan Haggai Institute Jakarta…
Ini kulakukan semasa dalam pergumulan kehidupan itu…. Dengan biaya sendiri serta bantuan para simpatisan aku dapat selesaikan, dan sehingga hari ini terus  mendapat tugas dari Tuhan untuk melayani baik di Indonesia, Malaysia, Thailand, Brunei Darussalam dan Tomor Leste.

Lagu 7: Berlari Pada Yesus
Aku datang ya Tuhanku, hampiri hadirat-Mu
Aku rindu menyenangkan-Mu Tuhan Kau kekasihku
Walau sukar jalan hiudupku, dan berat kulalui
Pada Yesus aku berlari Tuhan terimalah aku
Reff:
Aku rindu Tuhan selalu dekat-Mu tenanglah di hatiku
Aku rindu Tuhan duduk dengan-Mu kekal selama-lamanya

Kehadiran Tuhan di tengah umat-Nya
Setiap hari aku bersama keluargaku mengalami banyak pertolongan dan mujizat Tuhan.Sehingga orang-orang dapat melihat “Ada tanda-tanda Kristus yang menyertai kami, Tuhan hadir di tengah umat-Nya !”
Mulai dari kesembuhan anakku dari demam berdarah, istriku yang alami pendarahan selama 58 hari serta keuangan yang secara ajaib bagaikan pengalaman nabi Elia di sungai Kerit.
Suatu hari menjelang natal kami tak ada uang untuk membeli sepatu anakku Maya.Ia sudah merengek-rengek terus untuk dibelikan sepatu baru untuk ia pakai di perayaan natal sekolah minggu.
Suatu malam aku dan istri berdoa tepat jam 11 malam, kami menyembah lalu mengadu pada Yesus tentang persoalan yang tengah kami hadapi, tidak lama kemudian kami tidur. Eh, pada jam 2 dini hari rupanya mantan bossku datnagdari kota Jakarta dan membawa berkat keuangan melebihi apa yang kami perlukan, haleluya !
Heran sungguh pekerjaan Tuhan Yesus. Siapakah gerangan yang telah membisikkan kepada bapa tersebut sehingga datang membawa berkat kepada kami bahkan pada tengah malam buta, apalagi dia seorang Buddhist dan rumahnya pun hampir 100 kilo meter dari jarak kota Jakarta ke kota kecil Rengasdengklok. Tentu ini pekerjaan Tuhan !
Pada pengalaman lain, pernah aku naik sepeda motor dengan keponakanku menuju desa Bantar Jaya di dekat usaha tambak udang milik keluarga presiden Indonesia, Soeharto di desa Sungai Buntu tepatnya sekitar 25 kilo meter dari rumah kami di kota Rengasdengklok.
Dalam perjalanan kesana aku menabrak 4 ekor kamping. Dan yang hebatnya sepeda motor itu menimpa badanku dan akibatnya mulai dari wajah hingga kakiku penuh dengan luka-luka sementara keponakanku tidak ada luka dan merasakan apa-apa.Menurut keponakanku, bahwa aku sempat tak sadarkan diri selama 20 menit, dan banyak darah segar berlumuran di tubuhku, sehingga aku terasa sangat lemas.
Sekalipun begitu aku bersyukur pada Tuhan karena nyawaku selamat. Tuhan mengasihiku dan Ia memperpanjang hidupku sehingga apa yang Ia inginkan lewat hidupku sejak panggilan-Nya menjadi nyata,”Memberitakan Kristus ke segala bangsa “.Dan melalui peristiwa kecelakaan inilah Tuhan memberi inspirasi menulis lagu “Kumau Melayani Tuhan” yang sudah memberkati banyak orang.
Mujizat demi mujizat senantiasa ada bagi kami.Termasuk saat berdoa untuk seorang bapa bernama Ringgit Yosafat yang sudah divonis dokter tinggal menunggu berkabung 3 bulan hidupnya. Tapi lewat firman Tuhan yang kusampaikan ke telinganya ia hidup dan sehat.
Begitu juga dengan seorang ibu muda yang dirasuk kuasa si jahat, namanya ibu Yayah. Roh jahat menyeretnya agar bunuh diri dan sudah minum racun, sehingga kotaRengasdengklok gempar dengan keadaan ini. Semua keluarga dekatnya sudah datang termasuk dari Palembang untuk memberi sokongan atas penderitaan yang dialami Yayah.
Oleh kuasa Tuhan aku dan isteri beserta dua orang adikku  datang ke rumah sakit tempat ia dirawat. Kami berdoa dan menengking roh jahat yang mengganggu Yayah. Saat mulai berdoa, ia kesurupan dan memuntahiku. Lalu dengan spontanitas aku menengking kuasa jahat yang merasukinya, dan dengan suaraku yang agak keras dan lantang mengakibatkan perawat dan beberapa pasien pun ketakutan.Puji Tuhan, hanya sebentar saja Yayah pun sadar dan sehat kembali dan membawanya pulang ke rumah orang tuanya di Palembang agar lebih tenang lagi.
Akibat kesembuhan Yayah dari kuasa si jahat maka hamba-hamba Tuhan di sana mejemputku untuk mengadakan pelayanan penginjilan di berbagai desa seperti Merasi Tugu Mulyo, Megang Sakti desa Baternah Curup Bengkulu.
Di kota kecil Merasi Tugu Mulyo, Musi Rawas, Sumatera Selatan, terjadi 2 mujizat orang lumpuh sejak lahir bernama Maria berumur 6 tahun sembuh dan dapat berjalan kemudian Alfonso remaja yang lumpuh karena kena serangan kuasa si jahat dari pohon besar, lalu dapat berjalan secara ajaib !
Yang lebih menggeparkan lagi di kota Rengasdgklok adalah karena kedatangan orang-orang seberang dari bani Kedar dan Nebayot dari Etnis Sunda dan orang Tionghoa yang selalu senang menghadiri acara konser musik, kebaktian kebangunan rohani bahkan pelatihan musik yang kami berikan secara gratis.
Apa yang kami buat di kota Rengasdegklok juga berkat bantuan para mahasiswa STT Doulos Jakarta, yang ikut membantu kami terutama dalam strategy pelayanan etnis Sunda. Dengan pelayanan beradaptasi kepada budaya sunda melalui lagu dan bahasa pengantar menjadikan pelayanan ini diminati orang-orang sederhana yang memerlukan perhatian, maka tak heran ada sekitar 70 orang sunda kami layani di daerah ini yang terdiri dari para tukang becak, pembantu rumah tangga, anak yatim piatu, janda-janda dan kaum lemah.
Konplik memacu pelebaran area pelayanan.
Pesatnya pelayanan ternyata juga mulai dapat tantangan baik dari pihak luar termasuk juga pihak gereja lain.Dan untuk melebarkan sayap pelayanan kami mulai menyusuri perkampungan di daerah tepian sungai Citarum yang membatasi daerah Karawang dengan Bekasi hingga ke daerah Cikampek, Purwakarta dan Subang.
Pada sisi lainnya kami juga membuka toko buku rohani dan perpustakaan di kompleks Shelby Plaza kota Rengasdengklok, bernama Toko “Lembah Pujian”.Dari toko ini kami menyebarkan buku-buku rohani, kaset dan berbagai pelayanan media yang dijual dan juga diberikan secara cuma-cuma.
Dalam hal pelayanan ibadah dan penginjilan memang terasa pergerakannya. Untuk kebaktian minggu saja sudah 70 orang di gereja toko di Karang Anyer di pinggir kota Rengasdengklok, sedangkan kebaktian bulanannya di gedung olah raga Tunas Mekar yang melibatkan tamu-tamu jemputan pembicara dan pesaksi dari kalangan pengusaha Jakarta jemaat Tuhan yang hadir ada sekitar 200-250 orang, dan di rumah doa kota Bekasi yang menjemput pengkotbah bahkan artis dihadiri sekitar 120 orang setiap 2 minggu sekali, dan  juga kebaktian-kebaktian kebangunan rohani serta persekutuan dan kelompok sel serta kegiatan doa dalam kebaktian doa pagi, doa keliling dan pemetaan rohani, doa rantai dan doa puasa yang senantiasa diikuti puluhan orang.
Dari pelayanan media kaset yang kami produksi dapat disebarkan 200-300 keping setiap bulannya. Memasuki rumah-rumah, toko bahkan kantor dan pabrik yang ada di sekitar kota Rengasdengklok dan Karawang menjadikan daerah ini sebagai kawasan kota pujian, karena program distribusi kaset secara teratur.
Apalagi dengan tajuk lagu “Allahku Dahsyat ! Dialah Raja, Selamatkan Indonesia dan Gerakan Allah Melanda Dunia,…benar-benar dahsyat. Lagu-lagu ini telah menjadi pemicu kegerakan doa, penginjilan pribadi atau massal yang dapat menjangkau semua orang yang ada diluar rumah termasuk para supir, tukang tambal ban, para pedagang rokok asongan, dan orang-orang yang ada di pasar, terminal, rumah sakit, penjara dan berbagai tempat yang dilakukan jemaat kita yang sudah dilatih.
Saat dikerjakan tugas pelayanan ini yang ada hanya semangat dan iman kepada Tuhan.Mobil, motor, gedung gereja dan alat band pun tak ada. Tapi tatkala kita melihat hati jemaat yang meluap-luap untuk melayani maka disitulah Tuhan melengkapi dengan berbagai pertolongan yang ajaib, bahwasanya kita dapat melayani Tuhan memberitakan Injil tanpa ada masalah walaupun banyak kekurangan kita, yang jelas kota telah dipenuhi dengan berita sorga !
Suatu hari team kami melayani di sebuah lorong di kota Rengasdengklok. Disana kami menjumpai banyaknya bapak-bapak dan ibu-ibu tengah asyk main judi.Sementara di sisi lainnya anak-anak kecil bermain-main secara liar.Maka secara cepat kami alihkan perhatian kepada anak-anak itu, dan benar ada 40 an anak-anak kami giring kepada Tuhan dimana bapa ibu mereka tengah bermain judi.
Sewaktu brerjualan di toko di pasar Rengasdengklok, Tuhan mengilhamiku menulis lagu ini….
Terlalu kuat Dia menarikku, sehingga harus kuambil keputusan antara meneruskan berjualan di pasar atau pergi melayani Tuhan yang tentunya harus masuk sekolah dan tinggal di asrama….kemudian Tuhan mengutus kemana Ia mau !
Lagu 8: Seperti rusa merindukan sungai-Mu
Seperti rusa merindukan sungai-Mu, demikiankah hatiku tuhan
Selalu haus akan kasih-mu, penyejuk dalam kehidupanku
Reff:
Kuingin selalu dekat-Mu Tuhan, menikmati kemurahan-Mu
Tak ingin kujauh dari-Mu Tuhan, sebab  Engkaulah pengharapanku

Ragam pelayanan.
Pergerakan penginjilan di kota ini semakin mewarnai tiap kawasan. Penduduk mulai tahu visi misi pelayanan kami. Dan tahun 1999 kami mulai gerakan penginjilan di kota yang dimulai dengan mengadakan konser musik yang dihadiri anak-anak kota itu serta para orang tua yang diperkirakan sekitar 250 orang.
Hari berganti hari hingga tahun, pelayanan semakin maju.Di mana-mana kami membuka pos pelayanan dan terutama kaum dari Nebayot dan Kedar banyak yang menerima Yesus dan dibabtis.Apalagi beberapa simpastisan memberi sokongan untuk membantu anak-anak yang kurang mampu dalam hal biaya sekolah.  Maka mulailah kami membuat pelayanan yang kami sebut “Mefiboset Ministry”, untuk membantu orang yang anaknya mau sekolah tapi keluarga itu tak mampu membiayai, maka kamipun siap membantu, dan ketika itu ada sekitar 20 an dibantu dari tingkat SD sampai sekolah menengah.
Palayanan tambah maju, dan banyak orang yang menjadi percaya kepada Yesus.Banyaknya jemaat baru dalam berbagai latar belakang dan status sosial membuka peluang untuk melayani tanpa batas tembok. Maka terbukalah pintu pelayanan bagi anak-anak jalanan, sopir angkutan kota, pelayanan ke penjara di Karawang, Subang, Tangerang dan Bekasidan pelayanan khusus korban bencana gempa bumi, ….
Dari kota Rengasdengklok kami dapat memnjangkau banyak tempat di Indonesia,…Ternyata membuat pihak lain tak setuju. Apalagi bila mereka kaitkan dengan masa kelabu tahun 1997 saat pecahnya konplik kerusuhan besar di kota Rengasdengklok, yang dipicu ketidakpuasan pihak tertentu kepada orang Kristen dan Tionghoa.
Inilah alasan kuat mereka, karena keberanian kami membuka pelayanan seusai komplik itu.Tak salah lagi kami sering diteror, dihalangi dan diancam.Dari sekedar rasa tidak puas akhirnya mereka mengancam jemaat bahkan gereja-gereja lain pula, dan meminta supaya kegiatan pelayanan kami ditutup.
Inilah yang harus dihadapi, meski susah untuk mengambil keputusan sehingga kami harus keluar dari kota itu, sementara jemaat-jemaat yang ada diserahkan kepada gereja yang ada di kota itu, dan akhirnya Tuhan memberi petunjuk baru bagi kami sekeluarga untuk melayani di tempat lain.
Pada 15 Pebruari 2001, Tuhan memberi visi dan misi untuk menjangkau suku bangsa yang masih jauh dari Tuhan seperti orang-orang rimbayang disebut suku anak dalamdi Jambi, nelayan yang ada di sekitar kepulauan Riauyang disebut manusia perahu atau suku laut, dan terusmenyusuri kampung-kampung di pantai di pesisir Sumatera Utara seperti di Asahan, Tanjung Balai, Tebing Tinggi dan selat Malaka, hingga Malaysia, Thailand, Brunei Darussalam dan Singapore.
Program yang kami buat adalah mengadakan penelitian, menjangkau langsung dan mengadakan doa keliling serta doa penyembuhan di kawasan-kawasan dimana orang jarang memperhatikannya.
Sampai sekarang Tuhan terus memakai kami untuk menjangkau banyak suku bangsa khususnya di Indonesia, Malaysia, Thailand, Brunei Darussalam, Singapore, Timor Leste termasuk suku bangsa Myanmar dan ragam lainnya di kawasan Asia Tenggara, tentunya berada pada tujuan utama memberitakan Injil dan mengajar bangsa-bangsa melalui pelayanan musik yang diurapi Tuhan seperti raja Daud !
Akhirnya dari perjalanan yang kulalui, aku menemukan bagaimana Tuhan membentukku, seperti seekor anak burung rajawali,…mulai dari seorang pemain band di kota Jakarta,…lalu hancur dan kemudian dibawa ke kota kecil Rengasfdengklok,…dibentuk melalui sekolah iman,…dan merintis pekerjaan Tuhan dalam ragam kegiatan,..juga saat menghadapi rintangan dari pihak dalam maupun luar,…sehingga terbang ke beberapa negara menjumpai jiwa-jiwa yang ada dalam kesulitan yang memerlukan jamahan Tuhan dan yang sebelumnya saya tidak pernah tahu dan kenal…
Di antara mereka yang adalah suku bangsa yang berbeda dengan aku,…ada yang ramah, baik, hormat dan sayang tapi ada juga yang sangat menyakitkan ! Ya ini sama seperti battery tadi, ada unsur positif tapi ada juga negative, yang jelas Tuhan memberi kekuatan dan kemenangan bagiku, meski rintangan sesulit apapun !
Dalam hal itu Tuhan menguatkanku melalui apa yang disampaikan rasul Paulus dalam Roma 12:12…yang telah menjadi lagu penghiburan bagiku dan memberkati banyak orang, amin !
Lagu 9:Bersukacitalah !
Bersukacitalah dalam pengharapanmu
Dan sabarlah di masa kesesakan
Bertekunlah selalu dalam doa-doamu
Tuhan Yesus memberi kelegaan
Reff:
Walapun ladang-ladangmu, tiada menghasilkan
Dan kambimng domba pun sudah terhala
Namun kasih Tuhan Yesus tiada pernah gagal
Dia mengerti akan kesetiaanmu

Sejak perjumpaan dengan Yesus melalui banyak pencobaan, Iapun selalu memberi jalan keluar.Dia tak pernah meninggalkan kami walau sedetik, kasih setia-Nya tak pernah berubah walau kami sering menyakiti Dia.
Hingga kini dan seterusnya kami mau mengikut Tuhan melayani Dia setia sampai mati….

Lagu 10: Bila Kurindu pada-Nya
Bila kurindu pada-Nya, bila kurindu pada-Nya
Kumainkan rebana dan bernyanyi-nyanyi (bernyanyi)
Reff: 
Kupujilah Engkau Allah yang kuasa, kusembahlah Engkau yang mulia
Tiada hari inda tanpa Yesus Tuhan, kuingins selalumemuji-Mu

Penulis.
Hotben Siahaan adalah pendiri dan pimpinan ASIANCROSS Ministries / BorneoCross, dan wakil gembala Gereja Pentakosta Desa Rajamaligas, Hutabayu Raja, Simalungun Sumatera Utara Indonesia.
Lewat pengalamannya sebagai anak panggung yang seringkali mengembara dari pentas ke pentas dan melintasi ragam budaya dan kota bangsa-bangsa…, dalam ketidakberdayaan muncullah kasih karunia Tuhan yang ia alami dan menjadikan pelayanannya semakin berarti bagi orang-orang yang lapar akan kasih Yesus !
Pengembaraan yang pantang menyerah membawanya beserta istri dan anak-anaknya hidup dalam genggaman Tuhan yang dahsyat namun lembut.
Beginilah cara Tuhan baginya, dan tidak selalu sama dengan orang lain,….yang jelas tetap percaya kepada Yesus bahwa Ia membentuk kita sesuai dengan apa yang Ia mau dan melengkapi kita juga dengan kasih karunia untuk kemuliaan naman-Nya.
Amin

Bekasi 4 Oktober 2012, Bekasi 28 Maret 2014, Bekasi 11 Maret 2015



2 komentar: