Senin, 28 September 2015

BELAJAR MENGINJIL




PENGINJILAN PRIBADI
Memenangkan keluarga, teman-teman dan orang lain.
Oleh: Hotben Siahaan, M.Min

1.      Pendahuluan
Di masa kini kita dapat melihat ragam metode penginjilan. Ada yang perseorangan, ada yang berdua-dua dan memasuki rumah-rumah, ada yang disiarkan lewat televisi, radio, internet, mengadakan kampanye penginjilan seperti di pasar-pasar di pentas terbuka, di gedung tertutup, di hotel, di gereja bahkan di ruang penjara. Dimana saja kita dapat mengadakan penginjilan asal tujuannya memberitakan Injil dan menyatakan kuasa Tuhan kepada banyak orang.
Pernahkah anda melihat dua orang laki-laki berpakaian baju putih dan celana hitam dan mereka memasuki rumah-rumah untuk memperkenalkan ajaran mereka ? Juga dua orang perempuan tua dan muda berjalan bersama-sama memasuki kawasan pemukiman atau pasar-pasar dan menawarkan buku kepada orang-orang disana ?
Tahukah anda siapa mereka, dari golongan atau aliran mana ? Mereka sungguh meyakinkan orang yang mereka jumpai. Dari cara berpakaian dengan tas di pundak serta cara berbicara yang fasih lembut padahal mereka tak semuanya orang Indonesia, di antara mereka ada orang Amerika, mereka senantiasa meyakinkan orang akan ajaran mereka supaya setidaknya ada yang membuka hati lalu ikut ajaran mereka yang walapun sebenarnya tidak sama dengan apa yang Yesus ajarkan dalam Alkitab.
Paulus berkata, Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani. Roma 1: 16.
Dalam memulai pelayanan pribadi atau berkelompok dimulai seperti pada Kisah Para Rasul 1:8 “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."
Bagaimana cara memulai pelayanan ini ? Tuliskanlah suatu silsilah dari keluarga besar anda: orang tua anda, kakek dan nenek dari sisi ayah dan sisi ibu, anak-anak, paman dan bibi, keponakan, siapa saja yang masih ada hubungan saudara dan masih hidup. Kunjungilah kira-kira lima keluarga, katakan kepada mereka apa yang sedang anda kerjakan sekarang ini.
2.      Sasaran pelayanan
Kisah Para Rasul 1:8 “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu. Dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi”
Langkah-langkah memulai pelayanan penginjilan pribadi.
1.      Tuliskanlah nama orang yang ada hubungan darah dengan saudara, baik dari sisi ayah ataupun sisi ibu. Hubungi atau kunjungi mereka dan katakan apa kabar dan apa kesibukan sekarang. Mulailah membangun komunikasi dengan mereka serta melihat sisi dari mana anda akan mulai melayani mereka.
2.      Tuliskanlah nama orang dekat dengan saudara seperti kawan masa kecil di kampung, kawan sekolah, kawan kuliah, kawan kerja, kawan bisnis dan kawan sepermainan, atau siapa saja yang dapat dijadikan sasaran penjangkuan anda secara pribadi. Lakukanlah seperti pada poin pertama.
3.      Tuliskan kelompok masyarakat yang belum maju dan sangat sulit dijangkau. Mereka belum percaya Yesus dan anda sendiri tersentuh hati ingin menjangkau mereka. Carilah informasi yang banyak mengenai mereka. Teruslah berdoa dan nantikanlah suara Tuhan yang akan mengutus anda kesana.


3.      Miliki hati seperti hati Allah...

Artinya kita dapat melihat jiwa-jiwa itu seperti cara Yesus melihat orang-orang yang memerlukan kasih-Nya.

“Ketika Yesus mendarat, Ia melihat orang banyak yang besar jumlahnya, maka tergeraklah hatinya oleh belas kasihan kepada mereka dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit” (Matius 14:14)

Tuhan sabar terhadap kita semua, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat. Cara Allah untuk melaksanakan ini adalah dengan memakai kita sebagai kawan-sekerja-Nya. Kita adalah Tubuh Kristus, ada yang menjadi bagian tangan, bagian kaki dan bibir untuk membawa jiwa-jiwa itu kepada Yesus (2 Petrus 3:9)

4.      Pelajarilah tentang jiwa-jiwa yang akan dibawa kepada Yesus...

Manusia di bumi ini berbeda-beda baik fisik, mata, kulit, bahasa, kebudayaan, peradaban, kepercayaan tingkat pendidikan dan lain sebagainya. Karena itu kita perlu mempelajari orang atau kelompok yang akan kita jangkau. Melalui ini kita dapat membuat strategi misi lintas budaya untuk memenangkan mereka bagi Kristus.

20 langkah menjangkau jiwa baru atau kelompok masyarakat dan membawanya kepada Yesus:

1.      Usahakanlah supaya dia atau mereka senang menerima kehadiran anda di tengah-tengah mereka.
2.      Bila ada respon atas kehadiran anda, berceritalah seputar keluarga, pekerjaan mereka dan berikan pujian sederhana dan jangan menghina.
3.      Sambil bercakap-cakap anda dapat melihat bagaimana situasi rumah tangga mereka. Adakah simbol-simbol keagamaan atau benda-benda kepercayaan tradisi disana ?
4.      Bila memungkinkan tanyakan tentang pegangan hidup mereka, yaitu iman. Bercakap-cakaplah secara santun apalagi bila berhadapan dengan orang yang lebih tua dari anda.
5.      Tanyakanlah apakah dia atau mereka pernah mendengar nama Tuhan Yesus Kristus ?
6.      Pernahkah ada orang yang menceritakan tentang Injil kepada mereka ?
7.      Bila pintu telah terbuka,....bicarakan kepada mereka bahwa anda punya sesuatu yang hebat, luarbiasa yang tiada tandingnya yang ingin anda ceritakan kepada mereka, yaitu tentang nama Tuhan Yesus Kristus.
8.      Bila mereka meresponi, berceritalah tentang kasih Yesus, mujizat Yesus dan berbagai perbuatan ajaib Yesus, serta orang-orang yang dipanggil Tuhan sejak zaman Adam, Nuh, Abraham, Musa, Daud hingga masa hidup Tuhan Yesus bersama murid-murid-Nya serta keinginan Tuhan Yesus untuk menyelamatkan manusia (Yohanes 3:16), dan sisipkan kesaksian anda yang boleh menarik perhatian mereka.
9.      Tuhan telah menuntun anda, dan orang tersebut juga mendapat kawalan Roh Kudus. Saatnya anda meminta kepada mereka untuk didoakan, memohon berkat dari Tuhan untuk keluarga itu.
10.  Percayalah anda telah berhasil. Bicarakanlah untuk mengatur jadwal kunjungan anda selanjutnya.
11.  Doakan mereka senantiasa. Untuk kedatangan selanjutnya bawalah bahan-bahan bacaan, kaset atau cd lagu rohani dan kesaksian serta Alkitab untuk mereka baca dan pelajari. Tuntun mereka menggunakan benda-benda ini.
12.  Ceritakanlah satu topik bacaan firman Tuhan dan mohon supaya Roh Kudus memimpin pertemuan itu.
13.  Beranikanlah mengajar lagu-lagu rohani dan pimpin mereka untuk berdoa bersama anda.
14.  Untuk pertemuan selanjutnya bawalah seseorang jemaat atau usahakanlah membawa istrimu bila anda sudah berumah tangga atau bawalah pasangan anda mengunjungi jiwa-jiwa baru itu. Bagus pula bila ada kesempatan membawa buah tangan, oleh-oleh.
15.  Sampai disini anda berhasil memenangkan mereka bagi Yesus, namun teruslah berdoa dan membimbing sehingga firman Tuhan semakin melimpah dan berkarya dalam hidup mereka.
16.  Pada langkah seterusnya, anda membimbing mereka untuk dibabtis selam, dan mulai mengaktifkan talenta yang ada pada mereka untuk terlibat melayani.
17.  Latihlah mereka dalam kegiatan pelayanan ibadah, baik dalam kelompok kecil, ibadah raya bahkan perkunjungan.
18.  Tunjukkan kepada mereka rahasia-rahasia firman Tuhan yang akan mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari.
19.  Ajak mereka bergabung dengan sesama anak-anak Tuhan lainnya supaya dapat saling berkenalan dan saling menguatkan.
20.  Ingat bahwa mereka harus berjaga-jaga dengan orang-orang yang membawa ajaran sesat, atau yang coba-coba memperdaya mereka, karena itu anda yang telah memenangkan mereka bagi Yesus, layanilah mereka secara berkelanjutan dengan setia.
5. Cakap menyesuaikan diri
Ajaran Yesus: ”Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orag perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi” (Matius 7:12)
Usahakanlah supaya anda lebih dahulu mengerti orang lain, dan jangan paksa mereka yang harus mengerti anda !
Paulus adalah contoh yang baik untuk diteladani. Di antara orang-orang Yahudi dia menjadi seperti orang Yahudi, di antara orang-orang non-Yahudi dia berperilaku sebagai seorang non-Yahudi, di antara mereka yang lemah dia juga lemah lembut supaya dengan segala cara yang memungkinkan dia dapat menyelamatkan beberapa orang. Beginilah cara terbaik kita memenangkan jiwa-jiwa bagi Kerajaan Allah. (1 Korintus 9: 19-23).
6. Bagaimana kita mengetahui bahwa Allah yang mengutus kita menjangkau jiwa-jiwa ?
Yesus berkata, "Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku," (Yohanes 6:44)
Perhatikanlah, jika seseorang atau satu komunitas masyarakat secara serius menunjukkan perhatiannya kepada Injil yang kita beritakan ini boleh terjadi karena Allah sendiri yang bekerja lewat kehidupan anda. Mungkin ada orang sebelum anda datang melawat mereka tapi mereka kurang meresponi, tetapi disaat anda yang datang mereka justru meresponi pelayanan anda.
Inilah pekerjaan Roh Kudus, tak perlu kita permasalahkan....dan bagi si pelayannya bersyukurlah bahwa anda dipakai Tuhan lebih banyak dari pada orang lain !!! Jangan sombong dan merasa hebat tetapi tetap rendah hati santun, tulus hati dan bersandar terus kepada Tuhan !
Namun bila di satu tempat anda tidak disambut walau anda telah berusaha melayani dengan baik, maka serahkanlah pelayanan itu ke tangan Tuhan, biar Dia yang beracara bagi orang-orang tersebut dan juga bagi anda ! (Matius 10:14)
7.   Sekarang,...pergilah !
Penginjilan adalah pekerjaan praktek dan demonstrasi kuasa Allah, bukan teori yang hanya dibaca dan disimpan. Seperti orang mengajar berenang, maka si pengajar haruslah lebih dahulu terjun ke kolam atau ke sungai, bukan menyuruh orang berenang tapi ia sendiri tidak berani kena air !!!
Untuk pelaksanaan penginjilan kita belajar kepada cara Yesus mengutus murid-murid-Nya.
1.      Yesus mengutus murid-murid-Nya tidak sendiri-sendiri. Jadi pergilah berdua-dua yaitu laki-laki berpasangan dengan laki-laki dan perempuan berpasangan dengan perempuan (Markus 6:7)
2.      Persiapkan materi pelayanan, baik khotbah, pelajaran firman Tuhan, kesaksian, puji-pujian, alat musik, buku nyanyian agar pelayanan itu berjalan dengan lancar. Berdoalah supaya Roh Kudus mengurapi tugas anda berdua. (Lukas 12: 47, Efesus 6: 18)
3.      Fokus kepada Yesus. Baik bersaksi maupun menyampaikan firman Tuhan, fokus kepada Yesus. Yakinlah bahwa Tuhan Yesus maha baik, Ia mengasihi, mengampuni, memulihkan dan mau memberkati kita (Matius 11:28)
4.      Tetaplah berdoa untuk jiwa-jiwa atau komunitas yang anda layani, sampai kemuliaan Allah tercurah dan menguasai hidup mereka. (Matius 12:20-21)




TUGAS :
1.      Buat rencana pelayananmu kepada seseorang, keluarga atau komunitas yang belum percaya Yesus atau orang Kristen yang sudah lama tidak beribadah, dan yang ditimpa kesusahan.
2.      Buat laporan tertulis bagaimana anda mendekati mereka, respon, apa yang anda buat disana  serta follow up pelayanan itu.
3.      Kerjakan berdua-dua dan jadikan ini menjadi ladang pelayanan anda, bukan untuk sekedar mengisi tugas belajar, tapi praktek pelayanan berkelanjutan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar