JANGAN TAKUT
TERUSLAH MEMBERITAKAN FIRMAN !
Kesakain hidup pemain
band jadi penginjil!
Hotben Siahaan, S.Th, M.Min
Pengantar
Segala
puji dan syukur hanya bagi Tuhan, yang oleh kasih-Nya kita diselamatkan dan
diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah.
Melalui
buku ini aku dapat menjumpai saudara, berbagi pengalaman tentang lika-liku,
suka dan duka perjalanan menigikuti panggilan Yesus.Apa yang kulihat dan
mengalaminya sebagai bahagian dalam kehidupan seorang pelayan Tuhan, kubagikan
bagi saudara.
Dari
panggilan-Nya yang hebat, Ia pun melatihku dalam berbagai situasi supaya boleh
menjadi berkat bagi banyak orang, bagi suku-suku bangsa !
“Sebab
seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke situ, melainkan
mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan
benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan, demikianlah
firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku, ia tak akan kembali kepada-Ku dengan
sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil
dalam apa yang Kusuruh lakukan kepadanya.” Yesaya 55:10-11
Inilah kesaksianku,
yang disertai degan lagu-lagu yang juga merupakan catatan perjalananku
mengikuti panggilan Tuhan….Saudara dapat membaca artikel ini sambil mendengar
nada lagu dari suara dan musikku…..Aku berdoa dan berharap tulisan dalam buku
ini serta nyanyianku ini boleh mengispirasi, membangkitkan semangat yang
pantang menyerah terutama dalam tugas penginjilan secara meluas dan berbuah
lebat..nama Tuhan Yesus Kristus Gembala Agung, Juruselamat kita dipermuliakan.
Salam,
dari Hotben Siahaan
Dari
kubu doadan tugas pemberitaan Injil, di berbagai pedalaman di Indonesia, Malaysia
dan Brunei Darussalam.
1.
Jangan
Takut
2.
Dipanggil
dari api
3.
Gerakan
Penginjilan
Judul
lagu:
1-
Menjaring Angin
2-
Berharap Pada Yesus
3-Tuhan
Tolong Daku
4-
Pimpinlah Aku Tuhan
5-
Masih Adakah Waktu
6-
Berlari Kepada Yesus
7-
Seperti Rusa Merindukan Sungai-Mu
8-
Bersukacitalah !
Satu
JANGAN TAKUT
…teruslah
memberitakan firman dan jangan diam !
Kisah
Para Rasul 18:9
Dalam Alkitab kita
membaca banyak tanda heran dan mujizat yang Tuhan Yesus lakukan pada masa
pelayanannya sekitar 3.5 tahun di bumi ini. Mertua Petrus yang sakit demam,
membangkitkan seorang pemuda di kota Nain, 3 orang kusta ditahirkan, Bartimeus
yang buta jadi melihat dan banyak yang
lainnya lagi.
Yang menarik bagiku
bahwa mereka yang mengalami jamahan Tuhan yang ajaib itu ternyata tidak juga
tercatat sebagai pembuat sejarah misi penginjilan yang dahsyat di masanya.
Mereka dikenal sebagai orang yang menerima kuasa dan alat kesaksian bagi
kemuliaan nama Yesus, karena mereka memang tidak dipanggil seperti rasul-rasul
Kristus, mereka orang biasa yang menjadi sasaran perhatian Yesus.
Kalau kita perhatikan
Petrus, Yohanes, Zakheus, perempuan Samaria atau Lewi si pemungut cukai, mereka
orang-orang yang bepengaruh dan punya posisi dan karakter yang sangat kuat
sebelum dipanggil Tuhan.
Mengenai potensi,
kegigihan dalam bekerja, dosa, dan keangkuhan hidup ada pada mereka, sama
seperti Musa dipanggil Tuhan karena ia
memang mempunyai potensi hebat, pandai dan berani. Juga Daud seorang yang
sehat, gagah, pandai, taat pada orangtuanya, pemberani dan pandai pula memainkan
musik sehingga Tuhan Allah berkenan kepadanya.
Nampaknya mereka ini
orang-orang hebat dan bukan orang-orang yang lemah termasuk dalam hal
fisik.Keahlian, kekuatan, pengaruh, wibawa dan keberanian mereka sebelum
dipanggil Tuhan sudah menjadi bahan pertimbanganyang amat penting untuk dipersembahkan
kepada Tuhan sebagai alat yang dahsyat di tangan Tuhan, sehingga melalui mereka
dunia ini mengalami kasih sayang Kristus.
Paling tidak kita dapat
melihat pada diri Paulus.Ia ada perbedaan dengan Petrus atau Yakobus. Ingat
selama menerima panggilan Tuhan, Paulus tidak pernah berbantah-bantah dengan Kristus
mengenai panggilan-Nya, ia bukanlah seorang pemalas, dan Alkitab mencatat bawa
ia seorang pekerja yang gigih lebih dari pada yang lain dan juga tidak cepat
merasa puas atas keberhasilan pelayanannya.
Dan bila kita kembali
kepada kisah saat Tuhan menghembusi Petrus dan kawan-kawannya dengan Roh Kudus supaya
mereka pun pergi memberitakan Injil dan menjadikan semua bangsa murid Yesus dan
membabtisnya dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan mengajar mereka melalui
firman Tuhan, ternyata lain pula kenyataannya. Mereka tidak menggubris amanat
itu, mereka senang-senang saja di bait Allah di Yerusalem, dan bangga dengan kumpulan
jiwa-jiwa 5000 orang yang sudah terima Yesus serta mujizat-mujizat yang mereka
lihat saat bersama dengan Yesus.
Inilah hati Tuhan, Ia
tak mau penginjilan itu hanya di Yerusalem saja. Ia mau naman-Nya ditinggikan,
dikuduskan dan disembah di seluruh bumi, tetapi mengapa murid Yesus yang dipilih-Nya
sediri tidak melakukannya ?
Sudah lupakah mereka
akan peristiwa penting saat Yesus menghembusi mereka dengan Roh Kudus, sebagai syarat
utama dalam tugas pemberitaan Injil ke seluruh bumi, atau tamatkah rencana
Tuhan hanya sampai di Yerusalem padahal Ia sudah katakan:”Kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan seluruh Yudea dan Samaria
dan sampai ke ujung bumi?” Kisah Para Rasul 1:8
Ketika pertanyaan ini
datang maka yang kena sentuh bukanlah Petrus dan kawan-kawan saja.Di masa
sekarang juga bahwa keadaan seperti ini tengah melanda gereja.Banyak hamba
Tuhan yang sudah puas dengan hasil pelayanan mereka di lingkungan gerejanya
saja.Tak ada keinginan untuk menjalankan tugas misi keluar, asal ada jemaat
yang beribadah walau 5 orang atau 100 orang itu sudah cukup.
Apalagi kalau sudah
punya gedung sendiri, mobil bagus, keuangan terjamin, pelayanan lancar-lancar
saja maka hamba Tuhan juga dapat terjebak pada sifat malas.Hilang panggilan
untuk melaksanakan amanat agung.
Kita lihat apa yang
dikerjakan Paulus adalah hal-hal yang tak dikerjakan Petrus, terutama
menggenapi panggilan bangsa-bangsa diluar kawasan Yerusalem.
Bila kita coba
berandai-andai, ini seumpama sopir atau driverbus
Damri jurusan kota Bekasi ke Jakarta Kota yang memang handal di kota, tapi
kadangkala mereka tak mengantar penumpang hingga ke terminal Jakarta Kota,
mereka hanya sampai di Mall Mangga Dua, sekitar 2 kilometer lagi ke Jakarta
Kota, ini benar-benar tak bertanggungjawab.
Dan sebuah pengalaman
nyata saat berada di Brunei Darussalam, aku dengan seorang hamba Tuhan
mengendarai sedan proton melintas jalan raya negeri itu. Tiba-tiba kawan saya
berkata, lihatlah bus Damri Indonesia sampai juga ke
Brunei ini, ia meluncur dengan gagah dalam kelajuan sekitar 60 km/jam.
Sebagai anak Indonesia
aku sangat bangga saat kuketahui bahwa bus itu datang dari Pontianak dan
melintasi 3 negara, mulai dari Pontianak Kalimantan Barat (Indonesia) masuk ke
Kuching Sarawak (Malaysia) dan terus ke Bandar Seri Bengawan (Brunei Darussalam).
Melalui perjalanan bus
ini kita dapat hikmat, ternyata bus itu bisa melintasi berbagai kota dan desa-desa
di tiga negara di pulau Borneo, sesuai aturan di tiap negara. Dan yang jelas
bahwa supir dan kondekturnya telah menjalankan tugas dengan rasa tanggungjawab
sesuai persyaratan sebagaimana yang diatur pada tiga negara yang dituju.
Perlu kita ketahui
bahwa jenis bus yang digunakan di kota Jakarta tadi dan yang digunakan memasuki
3 negara ya sama-sama buatan pabrik Mercedes-Benz.Tapi komitmen dan
tanggungjawab pekerjanya itulah yang amat diperlukan.
Dalam hal tugas sebagai
pekerja Tuhan, ya demikian juga. Setiap kita dipanggil Tuhan dan kita harus
tahu bahwa kalau Tuhan yang memanggil, maka Ia akan melatih, melengkapi, mengutus
dan menyertai setiap hamba Tuhan kemana
saja Ia utus. Jangan takut menjalankan tugas pelayanan.Sebab Tuhan itu maha
besar, tahta-Nya besar, kuasa-Nya besar, kerajaan-Nya besar dan salah satu
tempat dimana tahta itu ada ialah di bumi ini.
Di bumi ini berarti di
seluruh benua, kepulauan, danau, gunung, lembah, lautan, sungai, kota, desa,
perkampungan akan menjadi tumpuan yang dikuduskan bagi menegakkan Kerajaan
Allah di seluruh bumi, dan untuk itu kita mesti memberitakan Injil dan
menyatakan kuasa Tuhan dengan berani.
Kebenaran ini tercakup
dalam Alkitab yang kita percayai sebagai firman Tuhan :
1.
Allah menciptakan langit dan
bumi….(Kejadian 1:1)
2. Allah
menjadikan bumi dan segala isinya….(KPR 17:24)
3.
Tuhanlah yang mempunyai bumi serta segala
isinya (Mazmur 24:1)
4.
Allah adalah Raja seluruh bumi (Mazmur
47:8)
5.
Bumi adalah tumpuan kaki Tuhan (Yesaya
66:9)
6.
Tuhan menjadi Raja atas segala bumi (
Zakaria 14:9)
7.
Bumi akan penuh dengan pengetahuan akan
kemuliaan Tuhan (Habakuk 2:14)
8.
Datanglah Kerajaan-Mu di bumi seperti di
surga (Matius 6:10)
9.
Supaya nama-Ku dimasyhurkan di seluruh
bumi (Roma 9:17)
10.
Ayunkanlah sabitmu itu dan tuailah,
karena sudah tiba saatnya untuk menuai, sebab tuaian di bumi sudah masak (Wahyu
14:15)
Bayangkanlah bila
amanat Yesus sempat tidak dikerjakan para hamba-hamba-Nya.Tentu kita sudah
melihat Tuhan yang di surga di atas, dan manusia di bumi tetap menjadi
mitra-Nya untuk menyatakan kemuliaan-Nya di muka bumi. Untuk itu Ia dengan tegas
bertindak karena murid-murid-Nya yang Ia percayai tidak lagi bersemangat
memberitakan nama-Nya. Iacemburu karena di negeri asing nama-Nya tidak dikenal
orang dan dipuja sebagai Tuhan.
Sebagai contoh yang perlu
kita ketahuipada saat pelayanan Paulus, bahwa di kota Athena nama-Nya belum
diberitakan sehingga penduduk kota Athena masih menyembah kepada allah yang
tidak dikenal. Di Efesus nama-Nyapun belum diberitahukan sehingga Efesus penuh
dengan kuil-kuil dewa Artemis yang disembah bangsa di Asia dan seluruh dunia
yang beradab. (KPR 19:29).
Keadaan seperti ini
harus mendorong hati para pelayan Tuhan untuk memberitakan Injil, tidak kira
suku bangsa, tempat, asal saja Tuhan telah mengutus-Nya maka kesanalah ia
pergi, apapun rintangan-Nya tetaplah menginjil !
Panggilan
Tuhan atas Paulus
Untuk pertama kalinya
singa Yehuda mengaum dan memporak-porandakan Yerusalem dan membuat para
rasul-rasul melarikan diri ke segala tempat.
Dengan secara terpaksa Tuhan
memakai Saulus yang disebut Paulus untuk
membangunkan rasul-rasul yang bersantai-santai di kompleks bait suci Yerusalem.
Ia mengobrak-abrik semua jemaat, walaupun dibayar dengan harga mahal seperti
Stefanus mati terbunuh dan melukai laki-laki dan perempuan yang selanjutnya
dijebloskan ke dalam penjara.
Peristiwa ini datang
dari Tuhan, untuk membangkitkan hamba-hamba Tuhan agar bangkit dariarea situai
aman, zon selesa dari tidur yang panjang yang sudah tumpul kepedulian terhadap
panggilan jiwa-jiwa, yang merasa diri lebih baik lebih rohani lebih benar
dibandingkan orang lain.
Inilah yang banyak
melanda para hamba Tuhan.Mereka kehilangan panggilan yang semula sebelum mereka
terjun di ladang Tuhan. Ada jiwa-jiwa yang sakit tidak juga dikunjungi atau
dilayani, ada yang mengalami masalah pun tidak dibantu mencari jalan keluarnya
atau paling tidak mengajaknya berdoa berharap kepada Tuhan, lalu ada banyak
juga jemaat-jemaat yang lemah secara keuangan lalu dipengaruhi pihak lain untuk
mengikuti ajaran mereka dengan cara memberi bantuan keuangan atau lapangan
pekerjaan, sebagaimana yang tengah terjadi di beberapa bagian pedalaman Sabah,
Malaysia.
Bandingkanlah dengan
peristiwa saat bangsa Israel ditindas di tanah Mesir dan menghindari dari
penyembahan dewa-dewa Mesir, Ia pun memakai raja Firaun dan bala tentaranya
untuk mengusir bangsa Israel dari Mesir walaupun nampaknya sangat sadis dan
ganas tapi Tuhan menyelamatkan mereka sementara tentara Mesir tenggelam dan
mati di laut Kolzum.
Renungkanlah bahwa setiap
peristiwa ada maskud Tuhan di dalamnya, seperti kata firman Tuhan;”Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja
dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang terpanggil
sesuai dengan rencana Allah.”Roma 8:28.
Demikian juga dengan
peristiwa Paulus di Yerusalem, adalahmaksud Tuhan untuk pelebaran pemberitaan
nama-Nya ke seluruh bumi. Tentang itu Tuhan tidak tanggung-tanggung, Ia justru
memakai orang yang paling kasar dan berani serta memiliki banyak kemampuan yang
menonjol seperti keberanian, pengetahuan tentang hukum negara, firman Tuhan, menguasai
ilmu geografi, sastra, budaya, yang akhirnya menjadi bekal dia berhadapan
dengan bangsa Asia, Makedonia, Italia dengan berbagai karakter, budaya,
intelektual yang Paulus sendiri sudah menguasainya dengan baik.
Dari peristiwa
huru-hara di Yerusalem juga sudah Yesus katakan bahwa Paulus juga akan menerima
pengalaman yang sama dalam tugas pemberitaan Injil. Ketika ia dilayani oleh
seorang hamba Tuhan biasa bernama Ananias, Tuhan berbicara:”Pergilah, sebab orang ini alat pilihan
bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa- bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel”.Kisah
Para Rasul 9:15.
Jangan
takut !
Teruslah
memberitakanfirman
Dan
jangan diam !
KPR
18:9
Pengalaman Paulus dari
seorang pemburu umat Tuhan untuk dibantai menjadi pemburu jiwa bagi Yesus
sungguh tak dapat dielakkan, ia telah tertangkap jari Yesus yang maha dahsyat !
Sekarang kita bacalah
amanat Tuhankita,:”Pergilah, jadikanlah
semua bangsa murid-Ku dan babtislah
mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus dan ajarlah mereka melakukan
segala seuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah Aku menyertai
kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”Matius28:19-20.
Ternyata, sejak
peristiwa mereka menerima Roh Kudus, para murid Yesus tak melakukan pergerakan
penginjilan besar-besaran sebelum Paulus muncul !
Aniaya
memacu penginjilan
Di hampir seluruh
kolong langit ini, bahwa penginjilan selalu mendapat tantangan.Tapi jangan lupa
justru saat aniaya terjadi maka kuasa Injil semakin dahsyat.Hal ini
mengingatkanku kepada dua kutub positif dan negative yang ada pada satu
battery.Tatkala kita menggunakan battrey itu mesti tersedia power/energy yang
cukup.
Seperti dalam pelayanan
aku selalu menggunakan kamera digital untuk meliput setiap pelayanan, tapi
suatu saat battrey kamera rusak, tak dapat menyimpan dan mengeluarkan tenaga,
maka sementara waktu kamera tak dapat kugunakan sebelum mengganti battery yang
bagus.
Yang perlu kita ketahui
bahwa meski battery terisi penuh, maka sistim arus positif dan negative tetap
mutlak ada. Lalu bagaimana dalam pelayanan ini ? Mampukah kita tetap berfungsi
dalam tugas pelayanan karena ternyata arus positif dan negative tak dapat
dipisahkan….
Dalam peta di belakang
Alkitab kita nampak rute perjalanan misi Paulus disana.Dari Yerusalem melompat
ke Antiokhia,
Filipi, Berea, Athena, Efesus, Roma dan ke daerah lainnya dan akhirnya sampailah
ke ujung bumi. Adakah perjalaan Paulus semuanya melintas darat atau hanya laut
?Dan apakah semua berjalan baik-baik saja atau penuh rintangan? Kembali kepada
seperti battery dengan arus listrik positif dan negatif, maka kita pun tetap
berjalan melayani Tuhan dalam arus yang sama, namun arus positiflah yang
terpenting yang menjadi pemimpin, pemenang dan menguasai !!!
Tujuan Yesus mengutus
murid-murid-Nya ialah untuk memberitakan nama-Nya ke seluruh bumi dengan maksud
supaya :
1.
Manusia percaya kepada nama Tuhan Yesus
Kristus dan diselamatkan (Yohanes 3:16)
2.
Manusia memasyhurkan nama Tuhan Yesus Kristus
di seluruh bumi (Roma 9:17)
Hal ini terbukti mulai
dari saat Musa memberitakan nama Tuhan di tengah-tengah bangsa Israel di negeri
Mesir. Begitu juga Paulus memberitakan nama Tuhan kepada penduduk kota Athena
yang menyembah allah yang namanya tidak dikenal.
Dengan demikian tercapailah misi Tuhan untuk menyelamatkan
suku bangsa di bumi yang juga dapat kitabaca pada Filipi 2:5-11..
Dua
DIPANGGIL
DARI API
“Sebelum
Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan
sebelum keluar dari kandungan, Aku telah
menguduskan engkau, Aku telah menetapkam engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa”Yeremia
1:5
Di masa muda ketika
duduk di bangsu sekolah menengahbahkan kuliah, aku belum memahami secara betul
arti kehidupan sebagai seorang Kristen.Padahal akuseorang anak kedua dari pendeta
gereja Pentakosta, yang kata orang menonjol dalam hal doa, pujian dan kesaksian.
Ciri-ciri yang menonjol dalam gereja aliran Roh Kudus ini adalah ibadah yang
disertai dengan permainan musik band yang lengkap atau keyboard saja.
Team musik yang
terlatih akan semakin harmony bila disertai dengan para penari rebana yang
lincah dan penuh penghayatan. Maka saat pujian dan penyembahan diangkat, jemaat
pun mengikutinya dengan rasa hormat kepada Tuhan.Sambil bernyanyi, bertepuk
tangan secara kuat-kuat, melompat dan menari dengan girang.Dan orang di sekitar
gereja sering salah sangka dan gereja yang demikian dijuluki gereja suka bising, berteriak-teriak,
menangis dan tertawa.
Dalam struktur keluarga
aku cucu dari seorang nenek yang sangat rajin beribadah, tekun berdoa,
bersaksipun berapi-api walau usia sudah 80 an tahun.Mereka menjadi pembawa
inspirasi rohani bagiku. Kesaksian hidup nenek moyangku menjadi teladan iman
bagiku sejak panggilan Tuhan pada saat usiaku mencapai 30 an tahun.
Jejak-jejak langkah iman.
Dalam perjalanan hidup
iman ini, rupanya nenek moyangku ini membawa dasar pembentukan imanku.Aku suka
kepada mereka karena tetap kuingat bahwaaku cicit dari seorang nenek yang
sangat gigih mengerjakan hidupnya sebagai seorang Kristen.Ada cerita dari
seorang kakekku yaitu pakciknya bapaku berkata, bahwa neneknya mengikuti Yesus
melalui pelayanan gereja pentakosta adalah atas anjuran kakek yang ketika itu
bertugas sebagai penghulu dii kampung…
Tatkala Tuhan memanggil
kakek, maka nenek kami mengingat pesan itu agar beribadah dengan kumpulan
jemaat Pentaskota, walau sebenarnya masa itu ada juga gereja lain. Mengingat
pesan suaminya yaitu kakek, maka nenek yang telah menjadi janda dan menanggung
beban membesarkan anak-anaknya serta juga cucunya yaitu bapaku yang juga telah
menjadi yatim,….iapun memulai pekerjaannnya sebagai tukang urut membantu
ibu-ibu hamil, karena masa itu klinik, rumah sakit sangat jauh, bahkan bidan
atau mantri perubatan dari rumah sakit jarang ada yang sampi ke
kampung-kampung.
Sebagai seorang tukang
urut, nenek kami sangat diberkati Tuhan.Ia menjadikan pekerjaan itu sebagai
pelayanan. Ia senantiasa mengajar ibu-ibu berdoa, bernyanyi dan bersaksi. Tidak
jarang ia juga berhadapan dengan kuasa kegelapan, setan yang mengganggu ibu-ibu
yang mau melahirkan tapi nenek kami mampu mengusirnya.
Semasa hidupnya ia
dikenal sebagai pengurut yang diberkati Tuhan, ada ratusan lebih bayi lahir
melalui jamahan tangannya dan nenek telah menjadi partner pemerintah khusunya
klinik atau rumah sakit dalam hal
ibu-ibu dan masalah kelahiran anak.
Hingga usianya 93 tahun
ia masih dapat pergi ke gereja dibonceng naik sepeda motor oleh ayahku, yang kala
itu belum menjadi gembala sidang. Dan catatan mengenai kehidupan nenek moyangku
ini terpatri dalam hatiku yang perlu juga kuceritakan sebagai dasar imanku, sebab
melalui perjalanan hidup mereka pula aku dapat belajar secara nyata apa arti
hidup ini serta bagaimana menjalankan tugas panggilan Tuhan sesuai dengan
firman-Nya.
Pada masa-masa tertentu
yang teramat sulit, jejak-jejak langkah iman nenek moyangku serta ayah
dan ibuku dapat memberi dorongan laksana dinamit,tetap meledak-ledak,
berapi-api dan tegap berdiri berjuang dalam tugas pemberitaan Injil Kristus.
Walau kusadari bahwa
sejak kutinggalkan kampung halamanku desa Raja Maligas kecamatan Hutabayu Raja
Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara tahun 1983 dengan tujuan kuliah di salah
satu universitas swasta di kota Jakarta, akhirnyagagal menyelesaikan study
karena tergoda kemilau musik sekuler, dan dimasa yang sulit Tuhan datang dan memulihkan hidupku untuk kemuliaan
nama-Nya.
Dari kegagalan itu aku
belajar, dan rela dibentuk Tuhan seperti firman-Nya berkata: ”Buluh yang patah terkulai tidak akan
diputuskan-Nya dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai
Ia menjadikan hukum itu menang. Dan panda-Nyalah bangsa-bangsa akan berharap”.Matius
12:20-21.
Lagu1
: Menjaring Angin
Ke
gunung-gunung yang tinggi sudah kau daki
Ke
kota-kota yang ramai sudah kau cari
Namun
tiada kau temui apayang kau ingini
Semua
sia-sua bagai menjaring angin
Reff:
Hanyah
Yesus oh Yesus tempatmu beteduh
Hanyalah
Yesus oh Yesus penolong hidupmu
Harta
dunia tak membuatmu senang
Hanyalah
Yesus yang beri bahagia
Dari tahun 1984 hingga
1994 aku jadi pemain musik di panggung musik tanah air. Bekal ini saya peroleh
dari saat belajar gitar dari ayahku sendiri serta dari kursus musik di sekolah
musik Yamaha kota Pematang Siantar,
Sumatra Utara.
Agak lumayanlah sebagai
bekal bergabung dengan anak-anak band kota Jakarta. Tapi masa itu aku tak puas
hanya dengan bermain musik saja, lalu kucoba mengikuti kursus bina vokalia di
studio Radio Republik Indonesia (RRI) di jalan Merdeka Jakarta Pusat yang
ketika itu para pengajarnya sangat diakui sebagaio pengajar vocal yang baik
seperti Yan Berlin Panjaitan, Rhama Aiphama dan yang lainnya lagi.
Dari studio RRI aku belajar
kepadapersonil grup band Krakatau yangdi dalamnya ada Indra Lesmana dan
kawan-kawan yang kala itu sangat terkenal karena prestasi musik mereka, lalu
aku ikut kursus di sana di studio Farabi yang mereka dirikan di kawasan Jakarta
Selatan. Aku khusus belajar teknik gitar saja dengan Donny Suhendro yang
mainnya memang cukup cantik.
Tidak cukup sampai di
situ, aku juga belajar lagi kepada Mas
Franky
Raden Ph.D, seorang penata musik serta kritikus musik film yang disegani.
Dengan senang hati aku dapat langsung mengikuti praktek bagaimana membuat musik
film “Memburu Makelar Mayat” yang dibintangi Lidya Kandow, di tahun 1986.
Bergabungnya dengan
para murid-murid musik membuat wawasan semakin luas, dan aku semakin berani
tampil di berbagai panggung termasuk sesekali bermain musik di jalanan “Basking Music”mengikuti gaya anak muda Jakarta, hingga
menerobos layar kaca stasiun Televisi Republik Indonesia (TVRI) yang kala itu
sangat sulit dimasuki para pendatang baru.
Dari sekedar bermain
musik amatir akhirnya aku masuk pada bisnis musikdan pembuatan musik untuk
layar film.Banyak
kegiatanmusik yang kuikuti. Pentas
komersil, rekaman lagu-lagu populer yang dilantunkan para penyanyi terkenal
dalam berbagai versi seperti pop, dangduth, keroncong, disco remix, daerah bahkan rohani kristiani.
Di antara mereka para penyanyi pop dan dangduth yang
pernah saya buatkan musik adalah Nike Ardilla, Tetty Manurung, Sally Marcelina,
Darto Helm, Elyana Ayu Soraya,
Intan Ali, Indah Permata Sari, ZAZ Sister, Ian Rockaya, Iin
Batara, Trio Andena, Hany Wibowo, Wenty Anggreany, Herlina Effendy, WD Mochtar
dan lainnya lagi.
Lagu
2: Tuhan Tolong Daku
Terasa
gelap kehidupan yang harus kualami
Tiada
terang kulalui Tuhan tolong daku
Terasa
berat kehidupan yang selalu membebani
Tiada
dapat kuhadapi Tuhan tolong daku
Reff:
Berilah
kuasa-Mu kepadaku, terangi jalanku
Oh
Tuhan kuatkanlah imanku, jangan kutersesat
Panggilan
pertama
“Marilah
kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan
kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah kepada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah
hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan” Matius 11:28
Dalam keadaan sulit,
Tuhan juga memberikan inspirasi, bahwa selain kita ada juga orang lain yang mengalami
kesulitan kehidupan sama seperti kita. Masa proses Tuhan di tahun 1996,
beberapa keluarga kami berhgantian menumpang lama di rumah kami karena mereka
menghadapi kesulitahn hidup. Rupanya kita tidak sendirian,…dan Tuhan melatih
kami melalui kehadiran mereka menumpang di rumah kami.
Kami semakin tekun
berdoa, belajar, menginjil dan terus membawa jiwa-jiwa kepada Yesus,…dan
masa-masa inilah mulai merintis pembukaan Gereja Pentakosta Jemaat Lembah
Pujian di kota Rengasdengklok, Karawang.
Lagu ini terinspirasi
dari apa yang mereka hadapi,….dan telah menjadi berkat bagi banyak orang.
Lagu3
:Berharap Pada Yesus
Bila
engkau hadapi persoalan, bila engkau tak mampu sendiri
Mari
datang datanglah pada Yesus, jadikanlah Dia Juruselamatmu
Reff
:
Serahkanlah
semua beban hidupmu, serahkanlah semua persoalanmu
Berharaplah
hanya pada Yesus, Dia yang sanggup merubah hidupmu
Janganlah kau harapkan manusia,
janganlah kau bersandar padanya
Hanya
Yesus lah tempatmu mengadu, menuntunmu ke jalan yang benar
Awal
kehancuran….
Pada pemandanganku bermainmusik
pop itu baik, tapi bagi orangtuaku sangat bertentangan apalagi mereka sangat cinta
Tuhan.Selama tujuh tahun aku hanya beberapa kali saja ke gereja, aku telah
terikat dengan jadwal musik di hotel, restoran, keliling kota-kota dan rekaman.
Orangtuaku selau berdoa supaya aku keluar dari musik pop dan berharap agar aku
melayani Tuhan….
Seorang pengusaha asal
pulau Belitung menjadi teman baik dalam menjalankan industry music dan film.Ia
mempercayakanku mengelola produksi rekaman mulai dari persiapan produksi,
promosi di media cetak dan televise hingga memasarkan ke seluruh Indonesia.
Dari kantor yang
bermula disewa, dan akhirnya membeli gedung sendiri bahkan mengembang pada
bisnis lainnya, perusahaan itu semakin maju. Tapi entah kenapa memasuki tahun
90-an perubahan terjadi dalam iklim bisnis
global. Bisnis film layar lebar didesak oleh maraknya penjulan vcd, dvd
secara bebas dan film sinema elektronik atau sinetron yang ketika itu menguasai
televisi sehingga panggung bioskop atau pawagam banyak yang tutup dan bangkrut.
Keadaan ini
mempengaruhiperjalanan karir musikku tambah merosot dan hancur. Aku tak dapat
berbuat apa-apa selain ikut keluarga istri di kota Rengasdengklok Karawang,
Jawa Barat. Kehidupan jauh dari kegiatan
musik.Kami hidup sederhana, dan bekerja membantu usaha toko ipar di pasar serta
membuat makanan, kue-kue, telur asin yang kami titipkan di toko-toko dan warung
di perkampungan. Meski demikian aku belum juga menemukan bagaimana keluar dari
masalah yang rumit kuhadapi….
Terang
Kristus Bersinar !
Tanggal 1 Oktober 1989
merupakan hari bersejarah bagiku.Penderitaan karena jauh dari Tuhan memang
tiada kepalang. Aku bersama istri dan anakku yang ketika itu baru satu orang
bernama Maya Berlian Siahaan, mendapat terang dari Yesus melalui kepedulian hamba-hamba
Tuhan di kota itu yang senantiasa mengunjungi , mendoakan dan membantu kami
dengan sukacita.
Seperti cerita “Anak Hilang” yang menderita lapar,
terhina dan jauh dari perhatian keluarga, maka hari itu muncullah terang
kemuliaan Kristus menyinari hatiku, dan kami sekeluarga,…. Yesus berkata:”….mari
anak-Ku !
Semula aku ragu,
bimbang, takut dan merasa tidak layak menerima undangan Kristus.Dimana aku
sadar hidupku sangat kotor dan bertahun-tahun tidak pernah beribadah kepada
Dia.Bagaikan petir menggelegar di tengah hari bolong aku mendengar suara Tuhan.Dan
sejak saat itu aku merasakan damai, sukacita, pemulihan dan belaian kasih
Kristus yang amat besar.Namun di dalam waktu-waktu tertentu aku pun lemah dan
mencoba berlari tinggalkan Dia.
Lagu
4 :Kasih Yesus
Kasih Yesus kini aku rasakan kasih-Nya memberi selamat jiwaku
Beban hidupku hilang karena Dia, kupujilah nama-Mu ya Tuhan
Reff:
Pada-Mu Tuhan aku bersyukur, trimalah sembah dan pujiku
Pada-Mu Tuhan aku berseru, hanya Kau yang layak disembah
Kasih Yesus tiada terkatakan, kasih-Nya sungguh mulia
Engkau yang hilang segeralah
pulang, bersandarlah
pada kasih Yesus
Dunia menggaetku, orang
menghinaku malahan aku semakin bimbang akan rencana Tuhan. Aku sakit, istriku sakit
bahkan anak-anakku yang pertama terancam mati karena demam berdarah, bahkan
anakku yang lelaki Shandy hampir digigit ular.Beginikah hidup di dalam Tuhan ?
Panggilan kedua.
“Damai
sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejatera-Ku Kuberikan keapadamu, danapa
yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah
gelisah dan gentar hatimu.”Yohanes 14:27
Seperti Yunus yang
menolak perintah Tuhan atau Demas yang menyimpang dari panggilan misi ?Esau
yang menjual hak kesulungannya kepada Yakub hanya karena lapar, ternyata banyak
menyerang orang-orang Kristen yang belum kuat seperti aku ini.
Hidup sebagai orang Kristen
yang baru pulang ke jalan Tuhan ternyata belum bisa kuikuti dengan mantap.Aku benar-benar
mabuk, puntang-panting dan hidup tak terarah.Usahaku untuk mendukung pelayanan musik di gereja yang kulakukan dari
hari senin hingga minggu ternyata membuatku hidup dalam banyak rintangan
kehidupan.
Dalam memenuhi
kehidupan sehari-hari aku dan istri hanya beroleh pendapatan dari hasil berjualan kopi, kue-kue
kering dan basah, bawang putih, kemiri, agar-agar jelly bahkan telor asin yang
kami jual ke rumah-rumah, dan hasilnya tak mencukupi untuk kebutuhan hidup kami
sekeluarga, karena jumlahnya tak seberapa sebab tak ada modal.
Kami benar-benar masuk
dalam ujian iman…..pengharapan kepada Yesus saja !Kemampuan serta keadaan di
masa lampau hanya kenangan saja, tak dapat dibanggakan selain sebagai pelajaran
untuk menata kehidupan dalam perjalanan selanjutnya. Kelabu dan tiada cerah
bila hidup diluar Tuhan !
Lagu5
: Pimpinlah Aku Tuhan
Pimpinlah
aku Tuhan, di sepanjang dalan hidupku
Ku
tak dapat jalan sendiri, tanpa Roh Kudus aku tersesatlah
Beri
iman padaku agar kutabah menghadapi
Pencobaan
yang menghalangi, bila kuingin dekat kepada-Mu
Reff:
Peganglah
diriku ini ya Tuhan, lepaskan dari segala pencobaan
Kuatkanlah
imanku kepada-Mu, agar kusetia mengiring Engkau
Berikan
aku terang-Mu Tuhan, jangan kuberjalan
di kegelapan
Ijinkanlah
kuasa-Mu Yesus, agar kusetia dalam firman-Mu
Cinta mula-mula kepada
Kristus dan pekerjaan-Nya memang sangat besar tetapi dalam hal materi terus
terang kami sangat berkekurangan. Apalagi suatu ketika anakku Maya si sulung sakit
demam berdarah yang hampir merenggut nyawanya, sebab dari hidung dan pori-pori
kulitnya sudah mengeluarkan banyak darah segar.
Waktu itu aku
benar-benar tidak bisa kontrol diri lagi. Aku lalu marah-marah dan mengamuk
sepertinya menantang Tuhan dengan terikan suara kuat: Dimana Tuhan? Aku sudah
tinggalkan
musik dunia tapi Tuhan kenapa izinkan anakku sakit begini ? Kepalan tanganku
begitu keras meninju lemari dan sangat sakit sekali, dan setelah itu secara cepat dan jelas kudengar
suara yang berkata “Dibalik penderitaanmu
akan Kutunjukkan kemuliaan-Ku kepadamu”
Lagu6
: Masih Adaka Waktu
Kumenyadari
perjalanan hidupku, yang tak pernah jujur di hadapan-Mu
Dan
kadang kala langkah-langkah kakiku, ingin berlari tinggalkan diri-Mu
Tiada
lagi damai di hatiku, kecemasan silih berganti
Tiada
lagi terang bagiku, kegelapan telah melandaku
Reff:
Oh
Tuhan masih adakah waktu, kudatang berserah pada-Mu
Oh
Tuhan janganlah Engkau biarkan diriku, seluruh hidupku untuk-Mu
Oh
Tuhan masihkah Engkau mau, mendengar doaku pada-Mu
Oh
Tuhan hapuskanlah semua dosa-dosaku, seluruh hidupku untuk-Mu
Seluruh
hidupku untuk-Mu….Tuhan !
Suara yang kudengar itu terus menerus mengiang di telingaku. Tak mengerti apa yang harus kuperbuat, hati
gundah-gulana, tak ada orang yang memberi arahan. Aku berjalan menyerah pada
tuntunan Tuhan.
Dengan biaya seadanya anakku kami bawa ke rumah sakit pemerintah
Bayukarta di Karawang. Puji Tuhan masih tertolong walau
pembayaran rumah sakit serta pembelian obat kami cicil karena tak ada uang dan tak ada yang dapat memberi
pinjaman, kami menyerah pada Tuhan.
Pada hari pertama hingga ke tiga, kami sangat kuatir karena uang kami tak
ada, dan orang-orang pun tak ada yang datang melawat termasuk dari gereja. Oleh pertolongan Tuhan pada hari
ke empat serombongan anak-anak Tuhan dari gereja dan orang tua teman anakku datang, dan mereka memberkati kami sehingga biaya
rumah sakit terbayar sepenuhnya, haleluya. Selama 5 hari di rumah sakit anakku
sembuh oleh pertolongan Tuhan.
Melalui penyakit ini, Tuhan membuka hati kami untuk mengenal kasih Yesus.
Namun demikian soal keperluan sehari-hari masih juga belum mantap.
Aku dibalut rasa kuatir.Masalah dalam pikiran semakin bertumpuk, termasuk mengenai
sekolah anak-anakku, rumah tinggal, kenderaan dan berbagai keperluan ini dan itu dan
terus dalam pikiranku.Mengambil
keputusan antara berlari mencari Tuhan atau mencari pekerjaan untuk menyambung
kehidupan seperti berkejar-kejaran dan sulit diputuskan.
Panggilan
Ketiga
“Hai
kamu orang-orang yang tidak setia !Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan
dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah. Jadi barang siapa menjadi sahabat
dunia ini, Ia menjadikan dirinya musuh Allah. Janganlah kamu menyangka, bahwa
kitab suci tanpa alasan berkata :” Roh yang ditempatkan Allah di dalam diri
kita diingininya
dengan cemburu. “ 1 Yakobus 4:4-5
Pantas Yesus mengenyahkan
Iblis di padang gurun dan berkata “Manusia
hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut
Allah “ Matius 4:4
Dari awal mulai Injil,
Tuhan Yesus sudah meunjukkan
kepada kita
menyangkut makanan supaya anak-anak Tuhan yang hidup percaya kepada Yesus, juga
menang atas trik Iblis menyangkut kebutuhan perut.
Rupanya Tuhan Yesus
sangat terhina bila orang tinggalkan Tuhanhanya karena masalah makanan dan
kebutuhan jasmaniah, dan Ia tak mau terulang seperti kisah Adam dan Hawa di
taman Eden yang dibujuk Iblis si ular tua itu dengan buah yang hanya memuaskan
mata dan perut.
Tapi jujur hal itu pun
menimpa kehidupan kami. Karena niat ingin meningkatkan kehidupan secara
material aku menuruti permintaan kawan lama untuk bekerja dengan dia membantu
dalam bisnis kaset lagu pop dan film layar lebar di kota Jakarta.
Dalam pekerjaan ini aku
duduk sebagai wakil produser dan itu posisi memaksaku berbaur dengan para artis
papan atas.Para pemain film, penyanyi dan orang-orag top di kancah film dan
musik Indonesia.
Di saat seperti ini aku
rasa kikuk, canggung.Karena semula sudah melayani sebagai pemain gitar dan keybord di gereja, tapi sekarang aku undur
dari pelayanan dan bekerja di bidang dunia selebritis yang menurut beberapa
pandangan orang sangat banyak sisi negatifnya. Kadang kupikir kesempatan untuk
naik memang ada namun hatiku sangat tertekan walaupun aku sudah mulai dapat
uang lumayan dan dapat memenuhi keperluan keluarga termasuk menyekolahkan
anak-anak di sekolah Kristen yang cukup berkualiatas, tapi benar aku penuh rasa
takut apalagi aku tak ada lagi waktu untuk beribadah dan melayani di gereja karena
hari minggu juga aku mesti ada di lapangan mengntrol shooting film atau merekam
musik.
Apayang kualami saat
mula-mula datang ke pada Tuhan meski keuangan agak sulit tapi aku dapat berlama-lama
di gereja, berlatih musik, berkumpul dengan jemaat-jemaat, hamba Tuhan ya tentu
saja dengankeluarga akhirnya semakin hilang saja.
Perjalanan hidupku
berubah lagi, aku jadi sibuk dengan
urusan bisnis perusahaan kawanku itu, dan sering bekerja hingga menjelang pagi sehingga sering
juga aku tidak pulang ke rumah karena banyaknya pekerjaan itu.
Jiwaku semakin
tertekan, aku bingung dan tidak mengerti apa yang harus kubuat., Sepertinya aku
masuk dalam perangkap, yang aku sendiri tidak bisa keluar atau meronta dari
perangkap itu.
Hari-hari indah bersama
keluarga, dengan anak-anakku yang masih kecil dan lucu tidak bisa kunikmati bersama
mereka.Padahal sebelum bekerja begini meski tak cukup uang aku masih dapat berolah
raga berjalan kaki pagi-pagi dan bermain bulu tangkis dengan istriku. Aku suka
bermain sepeda dengan anak-anakku berkeliling di sekitar kampung di kota
Rengasdengklok Karawang. Yang paling
menyedihkan kami jarang bisa bersaat teduh bersama karena bila aku pulang larut
malam anak-anak sudah tidur sementara pagi-pagi betul aku sudah berangkat lagi.
Tidak itu saja beberapa
kawan sepelayanan di gereja pun sudah merasa dingin dan kehilangan kehangatan seperti
di masa-masa awal kami berlatih musik bersama dan terasa sangat manis, tapi
sekarang sudah ada kegiatan yang membuat jurang pemisah yang menyebabkan
hubunganrohani pun tambah dingin.
Dipanggil
dari Api
“Sebab
seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke situ, melainkan
mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan
benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan, demikianlah
firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku, ia tak akan kembali kepada-Ku dengan
sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil
dalam apa yang Kusuruh lakukan kepadanya.” Yesaya 55:10-11
Luarbiasa, keliaran
serta pelarian dari rencana Tuhan sangat menyulitkan. Suatu ketika di bulan
Oktober 1994 aku tidak habis pikir, tiba-tiba di depan pintu kantor tempatku
bekerja aku menginjak paku 5 inchi. Menembus kaki dan melukainya sekalipun aku
memakai sendal jepit, rasanya sakit sekali !
Lalu bosku datang dan
membawaku ke klinik di dekat kantor. Setelah disuntik bius aku diantar kembali
ke kantor. Entah kenapa malam itu listrik di kompleks kantor tidak menyala lalu aku menggunakan lilin dan
meletakkannya di atas papan penyekat ruangan. Saking ngantuknya akibat pengaruh
obat bius itu aku tidur terlelap di atas sofa tamu percis di bawah papan
penyekat.
Dahsyat, ternyata dari
jam 7 malam sampai jam 5 pagi aku tidur terlelap dan tidak sadar kalau lilin
tadi sudah membakar papan penyekat ruangan yang ada di atas sofa tempat aku
berbaring. Bara api itu telah menjalar dan ruangan pun penuh asap.
Tapi sekonyong-konyong
pada jam 5 pagi datanglah seorang karyawan yang baru saja pulang dari pekerjaannya
di lapangan mengawasi pemutaran film di kawasan Jakarta Selatan. Tatkala ia
melihat ruangan gelap dengan asap maka dengan segera ia membangunkanku dengan suara yang sangat
keras sambil memukul-mukul badanku, karena ia melihat aku sangat terpulas
sementara api menjalar di atas sofa tempatku tidur.
Haleluya, Tuhan baik
!kalau bukan kasih Tuhan aku sudah terbakar bahkan mati gosong jadi arang ! Oh
karena kebaikan Tuhan ia menyuruh karyawan yang juga sebagai anak buahku datang
tepat waktu walau sudah menjelang pagi untuk menolong menyelamatkan aku.
Kemudian pada pagi
inilah sebagai peringatan penting bagiku dalam penentuan hidup bersama Kristus.
Mulai detik-detik itu aku semakin takut akan Tuhan dan dengan tekad yang kuat
dan bulat untuk meninggalkan pekerjaan dalam bisnis musik pop dan film yang
ternyata semakin hari membuatku jauh dari Tuhan Yesus Sang Penebusku !
Tiga
GERAKAN
PENGINJILAN
“Jadi
siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: Yang lama tela
berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang: 2
Korintus 5:17
Pemutusan hubungansebagai
hamba bagi dunia lalu datang pada Yesus adalah keputusan yang sangat mahal dan
dihargai Tuhan. Dalam proses ini Yesus pun membekali seorang murid-Nya dengan
kuasa seperti tertulis dalam Injil Lukas 10:19 “Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak
ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tak ada
yang membahayakan kamu”
Kota
Rengasdengklok.
Mencantumkan nama kota
Rengasdengklok penting sebagai kota yang menjadi saksi bagi pembentukan calon
hamba Tuhan, yang dikemudian hari Tuhan bawa menerobos kepada banyak suku
bangsa di Asia Tenggara.
Kota ini kecil saja
sebagai kota kecamatan dengan penduduk sekitar 100 ribu jiwa, yang lebih cocok
disebut sebagai daerah pertanian, karena kota ini mendapat julukan lumbung padi
provinsi Jawa Barat. Jaraknya sekitar 100 km dari Jakarta atau 80 km dari
Bandung.Penduduknya mayoritas suku Sunda, Jawa dan terdapat juga orang Cina dan
ada Batak, Minangkabau, Madura serta etnis lainnya. Di kota orang Cina
menguasai pusat pasar dan bisnis peternakan ikan bandeng, udang, kilang padi
dan kerupuk yang sangat terkenal dari daerah ini.
Kehancuran karir musik
di kota Jakarta, memaksaku bersama istri pindah ke sini, sehingga selama 12
tahun membaur dengan masyarakat, mengikuti cara hidup, budaya suku Sunda dan
bekerja sebagai pedagang. Di kota inilah Tuhan menyelamatkanku dan membawa kami
sekeluarga datang beribadah kepada Dia.
Meski banyak rintangan
yang kami hadapi, mulai dari masa sekolah pelayan hingga merintis gereja bahkan
melihat kemajuan pelayanan yang akhirnya ditutup pemimpin Islam secara paksa
karena mereka tak senang dengan banyaknya orang datang kepada Yesus terutama
dari suku Sunda.
Cinta
mula-mula.
Di awal perjumpaan
dengan Yesus keadaan seperti kisah perempuan
Samaria yang berjumpa dengan Yesus. Hari-hariku sibuk dengan usaha berdagang,
bersaksi dan membuat selebaran berita penginjilan, serta menyebarkan warta
gereja, buku saku, Alkitab, kaset kepada khalayak ramai di sekitar kota
Rengasdengklok Karawang, Jawa Barat. Tidak perduli aku orang apakah yang
kujumpai itu, atau agama apakah dia, yang jelas aku merasakan Tuhan begitu jelas
mau memakaiku dengan karunia khusus yang Ia berikan dalam hal bersaksi.
Sejak hidup dalam Tuhan
akupun membangun hubungan dengan Kristus lewat mezbah keluarga setiap hari baik
pagi maupun malam hari, sebagaimana Nuh memelihara keluarganya dengan
persekutuan demikian kubuat di tengah-tengah keluarga kecilku.
Untuk melengkapi
pelayanan kupustuskan berhenti dari berdaganga di pasar dan Agusutus 1995 masuk
sekolah pendeta di Sekolah Alkitab Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) di
Cianjur Jawa Barat. Sehingga tahun 2005 aku terus menimba pelajaran Alkitab dan
pelayanan ke beberapa sekolah seperti Sekolah Penginjil (STE Gereja Bethel
Petamburan Jakarta, Sekolah Tehologia Jakarta (STT Inalta) dan Haggai Institute
Jakarta…
Ini kulakukan semasa
dalam pergumulan kehidupan itu…. Dengan biaya sendiri serta bantuan para
simpatisan aku dapat selesaikan, dan sehingga hari ini terus mendapat tugas dari Tuhan untuk melayani baik
di Indonesia, Malaysia, Thailand, Brunei Darussalam dan Tomor Leste.
Lagu
7: Berlari Pada Yesus
Aku
datang ya Tuhanku, hampiri hadirat-Mu
Aku
rindu menyenangkan-Mu Tuhan Kau kekasihku
Walau
sukar jalan hiudupku, dan berat kulalui
Pada
Yesus aku berlari Tuhan terimalah aku
Reff:
Aku
rindu Tuhan selalu dekat-Mu tenanglah di hatiku
Aku
rindu Tuhan duduk dengan-Mu kekal selama-lamanya
Kehadiran
Tuhan di tengah umat-Nya
Setiap hari aku bersama
keluargaku mengalami banyak pertolongan dan mujizat Tuhan.Sehingga orang-orang
dapat melihat “Ada tanda-tanda Kristus
yang menyertai kami, Tuhan hadir di tengah umat-Nya !”
Mulai dari kesembuhan
anakku dari demam berdarah, istriku yang alami pendarahan selama 58 hari serta
keuangan yang secara ajaib bagaikan pengalaman nabi Elia di sungai Kerit.
Suatu hari menjelang
natal kami tak ada uang untuk membeli sepatu anakku Maya.Ia sudah merengek-rengek
terus untuk dibelikan sepatu baru untuk ia pakai di perayaan natal sekolah minggu.
Suatu malam aku dan
istri berdoa tepat jam 11 malam, kami menyembah lalu mengadu pada Yesus tentang
persoalan yang tengah kami hadapi, tidak lama kemudian kami tidur. Eh, pada jam
2 dini hari rupanya mantan bossku datnagdari kota Jakarta dan membawa berkat
keuangan melebihi apa yang kami perlukan, haleluya !
Heran sungguh pekerjaan
Tuhan Yesus. Siapakah gerangan yang telah membisikkan kepada bapa tersebut
sehingga datang membawa berkat kepada kami bahkan pada tengah malam buta,
apalagi dia seorang Buddhist dan rumahnya pun hampir 100 kilo meter dari jarak
kota Jakarta ke kota kecil Rengasdengklok. Tentu ini pekerjaan Tuhan !
Pada pengalaman lain, pernah
aku naik sepeda motor dengan keponakanku menuju desa Bantar Jaya di dekat usaha
tambak udang milik keluarga presiden Indonesia, Soeharto di desa Sungai Buntu
tepatnya sekitar 25 kilo meter dari rumah kami di kota Rengasdengklok.
Dalam perjalanan kesana
aku menabrak 4 ekor kamping. Dan yang hebatnya sepeda motor itu menimpa badanku
dan akibatnya mulai dari wajah hingga kakiku penuh dengan luka-luka sementara
keponakanku tidak ada luka dan merasakan apa-apa.Menurut keponakanku, bahwa aku
sempat tak sadarkan diri selama 20 menit, dan banyak darah segar berlumuran di
tubuhku, sehingga aku terasa sangat lemas.
Sekalipun begitu aku
bersyukur pada Tuhan karena nyawaku selamat. Tuhan mengasihiku dan Ia
memperpanjang hidupku sehingga apa yang Ia inginkan lewat hidupku sejak
panggilan-Nya menjadi nyata,”Memberitakan Kristus ke segala bangsa “.Dan
melalui peristiwa kecelakaan inilah Tuhan memberi inspirasi menulis lagu “Kumau
Melayani Tuhan” yang sudah memberkati banyak orang.
Mujizat demi mujizat
senantiasa ada bagi kami.Termasuk saat berdoa untuk seorang bapa bernama
Ringgit Yosafat yang sudah divonis dokter tinggal menunggu berkabung 3 bulan
hidupnya. Tapi lewat firman Tuhan yang kusampaikan ke telinganya ia hidup dan
sehat.
Begitu juga dengan
seorang ibu muda yang dirasuk kuasa si jahat, namanya ibu Yayah. Roh jahat
menyeretnya agar bunuh diri dan sudah minum racun, sehingga kotaRengasdengklok gempar
dengan keadaan ini. Semua keluarga dekatnya sudah datang termasuk dari
Palembang untuk memberi sokongan atas penderitaan yang dialami Yayah.
Oleh kuasa Tuhan aku
dan isteri beserta dua orang adikku
datang ke rumah sakit tempat ia dirawat. Kami berdoa dan menengking roh
jahat yang mengganggu Yayah. Saat mulai berdoa, ia kesurupan dan memuntahiku.
Lalu dengan spontanitas aku menengking kuasa jahat yang merasukinya, dan dengan
suaraku yang agak keras dan lantang mengakibatkan perawat dan beberapa pasien
pun ketakutan.Puji Tuhan, hanya sebentar saja Yayah pun sadar dan sehat kembali
dan membawanya pulang ke rumah orang tuanya di Palembang agar lebih tenang
lagi.
Akibat kesembuhan Yayah
dari kuasa si jahat maka hamba-hamba Tuhan di sana mejemputku untuk mengadakan
pelayanan penginjilan di berbagai desa seperti Merasi Tugu Mulyo, Megang Sakti
desa Baternah Curup Bengkulu.
Di kota kecil Merasi
Tugu Mulyo, Musi Rawas, Sumatera Selatan, terjadi 2 mujizat orang lumpuh sejak
lahir bernama Maria berumur 6 tahun sembuh dan dapat berjalan kemudian Alfonso
remaja yang lumpuh karena kena serangan kuasa si jahat dari pohon besar, lalu
dapat berjalan secara ajaib !
Yang lebih menggeparkan
lagi di kota Rengasdgklok adalah karena kedatangan orang-orang seberang dari
bani Kedar dan Nebayot dari Etnis Sunda dan orang Tionghoa yang selalu senang
menghadiri acara konser musik, kebaktian kebangunan rohani bahkan pelatihan
musik yang kami berikan secara gratis.
Apa yang kami buat di
kota Rengasdegklok juga berkat bantuan para mahasiswa STT Doulos Jakarta, yang
ikut membantu kami terutama dalam strategy pelayanan etnis Sunda. Dengan
pelayanan beradaptasi kepada budaya sunda melalui lagu dan bahasa pengantar
menjadikan pelayanan ini diminati orang-orang sederhana yang memerlukan
perhatian, maka tak heran ada sekitar 70 orang sunda kami layani di daerah ini
yang terdiri dari para tukang becak, pembantu rumah tangga, anak yatim piatu,
janda-janda dan kaum lemah.
Konplik
memacu pelebaran area pelayanan.
Pesatnya pelayanan ternyata
juga mulai dapat tantangan baik dari pihak luar termasuk juga pihak gereja
lain.Dan untuk melebarkan sayap pelayanan kami mulai menyusuri perkampungan di
daerah tepian sungai Citarum yang membatasi daerah Karawang dengan Bekasi
hingga ke daerah Cikampek, Purwakarta dan Subang.
Pada sisi lainnya kami
juga membuka toko buku rohani dan perpustakaan di kompleks Shelby Plaza kota Rengasdengklok,
bernama Toko “Lembah Pujian”.Dari toko ini kami menyebarkan buku-buku rohani,
kaset dan berbagai pelayanan media yang dijual dan juga diberikan secara
cuma-cuma.
Dalam hal pelayanan
ibadah dan penginjilan memang terasa pergerakannya. Untuk kebaktian minggu saja
sudah 70 orang di gereja toko di Karang Anyer di pinggir kota Rengasdengklok,
sedangkan kebaktian bulanannya di gedung olah raga Tunas Mekar yang melibatkan
tamu-tamu jemputan pembicara dan pesaksi dari kalangan pengusaha Jakarta jemaat
Tuhan yang hadir ada sekitar 200-250 orang, dan di rumah doa kota Bekasi yang
menjemput pengkotbah bahkan artis dihadiri sekitar 120 orang setiap 2 minggu
sekali, dan juga kebaktian-kebaktian
kebangunan rohani serta persekutuan dan kelompok sel serta kegiatan doa dalam
kebaktian doa pagi, doa keliling dan pemetaan rohani, doa rantai dan doa puasa
yang senantiasa diikuti puluhan orang.
Dari pelayanan media
kaset yang kami produksi dapat disebarkan 200-300 keping setiap bulannya.
Memasuki rumah-rumah, toko bahkan kantor dan pabrik yang ada di sekitar kota
Rengasdengklok dan Karawang menjadikan daerah ini sebagai kawasan kota pujian,
karena program distribusi kaset secara teratur.
Apalagi dengan tajuk
lagu “Allahku Dahsyat ! Dialah Raja, Selamatkan Indonesia dan Gerakan Allah Melanda
Dunia,…benar-benar dahsyat. Lagu-lagu ini telah menjadi pemicu kegerakan doa,
penginjilan pribadi atau massal yang dapat menjangkau semua orang yang ada
diluar rumah termasuk para supir, tukang tambal ban, para pedagang rokok asongan,
dan orang-orang yang ada di pasar, terminal, rumah sakit, penjara dan berbagai
tempat yang dilakukan jemaat kita yang sudah dilatih.
Saat dikerjakan tugas
pelayanan ini yang ada hanya semangat dan iman kepada Tuhan.Mobil, motor,
gedung gereja dan alat band pun tak ada. Tapi tatkala kita melihat hati jemaat
yang meluap-luap untuk melayani maka disitulah Tuhan melengkapi dengan berbagai
pertolongan yang ajaib, bahwasanya kita dapat melayani Tuhan memberitakan Injil
tanpa ada masalah walaupun banyak kekurangan kita, yang jelas kota telah
dipenuhi dengan berita sorga !
Suatu hari team kami
melayani di sebuah lorong di kota Rengasdengklok. Disana kami menjumpai
banyaknya bapak-bapak dan ibu-ibu tengah asyk main judi.Sementara di sisi
lainnya anak-anak kecil bermain-main secara liar.Maka secara cepat kami alihkan
perhatian kepada anak-anak itu, dan benar ada 40 an anak-anak kami giring
kepada Tuhan dimana bapa ibu mereka tengah bermain judi.
Sewaktu brerjualan di
toko di pasar Rengasdengklok, Tuhan mengilhamiku menulis lagu ini….
Terlalu kuat Dia
menarikku, sehingga harus kuambil keputusan antara meneruskan berjualan di
pasar atau pergi melayani Tuhan yang tentunya harus masuk sekolah dan tinggal
di asrama….kemudian Tuhan mengutus kemana Ia mau !
Lagu
8: Seperti rusa merindukan sungai-Mu
Seperti
rusa merindukan sungai-Mu, demikiankah hatiku tuhan
Selalu
haus akan kasih-mu, penyejuk dalam kehidupanku
Reff:
Kuingin
selalu dekat-Mu Tuhan, menikmati kemurahan-Mu
Tak
ingin kujauh dari-Mu Tuhan, sebab
Engkaulah pengharapanku
Ragam
pelayanan.
Pergerakan penginjilan
di kota ini semakin mewarnai tiap kawasan. Penduduk mulai tahu visi misi
pelayanan kami. Dan tahun 1999 kami mulai gerakan penginjilan di kota yang
dimulai dengan mengadakan konser musik yang dihadiri anak-anak kota itu serta
para orang tua yang diperkirakan sekitar 250 orang.
Hari berganti hari
hingga tahun, pelayanan semakin maju.Di mana-mana kami membuka pos pelayanan
dan terutama kaum dari Nebayot dan Kedar banyak yang menerima Yesus dan
dibabtis.Apalagi beberapa simpastisan memberi sokongan untuk membantu anak-anak
yang kurang mampu dalam hal biaya sekolah.
Maka mulailah kami membuat pelayanan yang kami sebut “Mefiboset
Ministry”, untuk membantu orang yang anaknya mau sekolah tapi keluarga itu tak
mampu membiayai, maka kamipun siap membantu, dan ketika itu ada sekitar 20 an
dibantu dari tingkat SD sampai sekolah menengah.
Palayanan tambah maju,
dan banyak orang yang menjadi percaya kepada Yesus.Banyaknya jemaat baru dalam
berbagai latar belakang dan status sosial membuka peluang untuk melayani tanpa
batas tembok. Maka terbukalah pintu pelayanan bagi anak-anak jalanan, sopir
angkutan kota, pelayanan ke penjara di Karawang, Subang, Tangerang dan Bekasidan
pelayanan khusus korban bencana gempa bumi, ….
Dari kota
Rengasdengklok kami dapat memnjangkau banyak tempat di Indonesia,…Ternyata
membuat pihak lain tak setuju. Apalagi bila mereka kaitkan dengan masa kelabu
tahun 1997 saat pecahnya konplik kerusuhan besar di kota Rengasdengklok, yang
dipicu ketidakpuasan pihak tertentu kepada orang Kristen dan Tionghoa.
Inilah alasan kuat
mereka, karena keberanian kami membuka pelayanan seusai komplik itu.Tak salah
lagi kami sering diteror, dihalangi dan diancam.Dari sekedar rasa tidak puas
akhirnya mereka mengancam jemaat bahkan gereja-gereja lain pula, dan meminta
supaya kegiatan pelayanan kami ditutup.
Inilah yang harus
dihadapi, meski susah untuk mengambil keputusan sehingga kami harus keluar dari
kota itu, sementara jemaat-jemaat yang ada diserahkan kepada gereja yang ada di
kota itu, dan akhirnya Tuhan memberi petunjuk baru bagi kami sekeluarga untuk
melayani di tempat lain.
Pada 15 Pebruari 2001,
Tuhan memberi visi dan misi untuk menjangkau suku bangsa yang masih jauh dari
Tuhan seperti orang-orang rimbayang disebut suku anak dalamdi Jambi, nelayan
yang ada di sekitar kepulauan Riauyang disebut manusia perahu atau suku laut, dan
terusmenyusuri kampung-kampung di pantai di pesisir Sumatera Utara seperti di Asahan,
Tanjung Balai, Tebing Tinggi dan selat Malaka, hingga Malaysia, Thailand,
Brunei Darussalam dan Singapore.
Program yang kami buat
adalah mengadakan penelitian, menjangkau langsung dan mengadakan doa keliling
serta doa penyembuhan di kawasan-kawasan dimana orang jarang memperhatikannya.
Sampai sekarang Tuhan
terus memakai kami untuk menjangkau banyak suku bangsa khususnya di Indonesia,
Malaysia, Thailand, Brunei Darussalam, Singapore, Timor Leste termasuk suku
bangsa Myanmar dan ragam lainnya di kawasan Asia Tenggara, tentunya berada pada
tujuan utama memberitakan Injil dan mengajar bangsa-bangsa melalui pelayanan
musik yang diurapi Tuhan seperti raja Daud !
Akhirnya dari
perjalanan yang kulalui, aku menemukan bagaimana Tuhan membentukku, seperti
seekor anak burung rajawali,…mulai dari seorang pemain band di kota
Jakarta,…lalu hancur dan kemudian dibawa ke kota kecil
Rengasfdengklok,…dibentuk melalui sekolah iman,…dan merintis pekerjaan Tuhan
dalam ragam kegiatan,..juga saat menghadapi rintangan dari pihak dalam maupun
luar,…sehingga terbang ke beberapa negara menjumpai jiwa-jiwa yang ada dalam
kesulitan yang memerlukan jamahan Tuhan dan yang sebelumnya saya tidak pernah
tahu dan kenal…
Di antara mereka yang
adalah suku bangsa yang berbeda dengan aku,…ada yang ramah, baik, hormat dan
sayang tapi ada juga yang sangat menyakitkan ! Ya ini sama seperti battery
tadi, ada unsur positif tapi ada juga negative, yang jelas Tuhan memberi
kekuatan dan kemenangan bagiku, meski rintangan sesulit apapun !
Dalam hal itu Tuhan menguatkanku
melalui apa yang disampaikan rasul Paulus dalam Roma 12:12…yang telah menjadi
lagu penghiburan bagiku dan memberkati banyak orang, amin !
Lagu
9:Bersukacitalah !
Bersukacitalah
dalam pengharapanmu
Dan
sabarlah di masa kesesakan
Bertekunlah
selalu dalam doa-doamu
Tuhan
Yesus memberi kelegaan
Reff:
Walapun
ladang-ladangmu, tiada menghasilkan
Dan
kambimng domba pun sudah terhala
Namun
kasih Tuhan Yesus tiada pernah gagal
Dia
mengerti akan kesetiaanmu
Sejak perjumpaan dengan
Yesus melalui banyak pencobaan, Iapun selalu memberi jalan keluar.Dia tak
pernah meninggalkan kami walau sedetik, kasih setia-Nya tak pernah berubah
walau kami sering menyakiti Dia.
Hingga kini dan
seterusnya kami mau mengikut Tuhan melayani Dia setia sampai mati….
Lagu
10: Bila Kurindu pada-Nya
Bila kurindu pada-Nya,
bila kurindu pada-Nya
Kumainkan rebana dan
bernyanyi-nyanyi (bernyanyi)
Reff:
Kupujilah Engkau Allah
yang kuasa, kusembahlah Engkau yang mulia
Tiada hari inda tanpa
Yesus Tuhan, kuingins selalumemuji-Mu
Penulis.
Hotben Siahaan adalah
pendiri dan pimpinan ASIANCROSS Ministries / BorneoCross, dan wakil gembala
Gereja Pentakosta Desa Rajamaligas, Hutabayu Raja, Simalungun Sumatera Utara
Indonesia.
Lewat pengalamannya
sebagai anak panggung yang seringkali mengembara dari pentas ke pentas dan
melintasi ragam budaya dan kota bangsa-bangsa…, dalam ketidakberdayaan
muncullah kasih karunia Tuhan yang ia alami dan menjadikan pelayanannya semakin
berarti bagi orang-orang yang lapar akan kasih Yesus !
Pengembaraan yang
pantang menyerah membawanya beserta istri dan anak-anaknya hidup dalam
genggaman Tuhan yang dahsyat namun lembut.
Beginilah cara Tuhan
baginya, dan tidak selalu sama dengan orang lain,….yang jelas tetap percaya
kepada Yesus bahwa Ia membentuk kita sesuai dengan apa yang Ia mau dan
melengkapi kita juga dengan kasih karunia untuk kemuliaan naman-Nya.
Amin
BAGUSSS
BalasHapusayo baca ni
BalasHapus