Rabu, 30 September 2015
PEKABAR INJIL AWAM - Hotben Siahaan
TUGAS UTAMA PEKABAR INJIL AWAM
Oleh : Hotben Siahaan
Kata-Nya kepada mereka: “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu” Lukas 10:2
Sebagai orang-orang yang aktif di luar rumah, mereka akan berjumpa dengan banyak orang dari berbabagai macam tingkat sosial, agama, karakter dan suku bangsa. Dan umumnya mereka sangat cepat bergaul, senang bercakap-cakap dan pandai melihat situasi dan peluang.
Karena itu mereka menjadi ujung tombak kemajuan gereja dan pelipatgandaan jemaat Tuhan seperti gerakan pekabaran Injil jemaat mula-mula atau gerakan Pekabaran Injil di dataran Tiongkok.
Tidak heran bila mereka merasakan kasih sayang Tuhan maka tak ada kalimat malas, capek, takut dan rugi. Mereka senang bersaksi face to face, berdoa, membagikan literature rohani: traktat, brosur, undangan, buku rohani, majalah rohani, Alkitab, kaset, vcd rohani dan berbagai perlengkapan rohani yang selalu ada di saku atau tas mereka.*
Mengapa Kita Melayani ?
Ada tiga alasan mengapa kita harus melayani Tuhan dengan cara penginjilan face to face ini adalah :
AREA
Luasanya area ladang misi kita yang terbentang luas di kepulauan Nusantara hingga bangsa Asia. Artinya negeri yang kita tempati amatlah luas, bagaimana mungkin kita boleh menjangkau semua ini bila tak memulai dari hal yang terdekat saja ? Seperti penangkap ikan menggunakan jala, maka kita boleh menjala step by step…
Lihatlah Yesus begitu sistematis memakai orang orang yang menjadi muridNya dimana dikemudian hari jadi team penginjilanNya. Petrus dan kawan kawan para nelayan pantas pula jadi penjala jiwa, sedangkan Paulus yang pandai niaga dan tata Negara secara internasional ia mampu layani banyak bangsa bangsa dan para pemimpin liontas negara sebab kemampuannya cukup untuk itu.
Jadi siapa anda berikut keahlianmu, maka dengan itu pula anda dipakai Tuhan, di tempat yang ditentukan Tuhan pula…..
TUAIAN
Banyaknya tuaian jiwa-jiwa yang sudah menguning siap dibawa ke lumbung Tuhan. Artinya, dunia ini adalah ladang Tuhan yang perlu kita tuai bagi Dia. Tapi amatilah dengan seksama ada beberapa negeri di dunia ini, yang ladang itu (jiwa) sudah membusuk, seperti beberapa negeri di Eropah, Kristen pendahulu ini mulai membusuk. Di gereja saja tak banyak lagi orang muda selain orang tua di atas usia 60 tahun. Kemana anak muda, mereka tak teratrik dengan Injil, ini akibat dasar benih yang tak dipupuk dan diwariskan ! ? Malah tempat sembahyang tak berfungsi secara maksimal.
Kalau anda punya panggilan yang besar mencapai Eropah meski anda orang kampung dari belahan Asia, mengapa kau ragukan panggilan Tuhan ? Ia yang memakai dan menyertaimu. Jangan rasa kecil dan menganggap kau tak berarti…Mesti berjiwa besar, sebab Tuhan kita besar ! Siapkanlah dirimu dengan talenta dan karunia selengkap mungkin. Ingat bukan hanya pengetahuan firman Tuhan yang anda pelajari atau bahasa asing tapi bagaimana mengkomunikasikan Injil itu perlu. Entahkah anda sebagai seorang ahli musik, komputer, kesehatan, dan lain sebagainya…
Miliki hati seperti Yesus, lekas jatuh hati dan ulurkan tangan bagi mereka terutama yang lemah dan tertindas, maka TUHAN akan memakaimu luarbiasa !
PENUAI
Minimnya para penuai, orang-orang yang terpanggil dan diperlengkapi untuk menjawab kebutuhan ladang misi, sebab sekalipun ada kebanyakan mereka kurang menguasai lapangan dan kurang trampil sehingga tidak menjawab kebutuhan ladang misi secara maksimal.
Artinya, panggilan secara pribadi adalah dasar pelayanan kita. Perhatikan waktu yang ada, dan gunakan semua kekuatan, skill, kesehatan, pengetahuan dan andalkan Tuhan.
Janganlah susah dengan sindiran orang karena engkau mengambil keputusan untuk lebih dalam melayani Tuhan, karena seorang pelayan Tuhan siap sedia dalam segala situasi dan tetap manis memberi jawaban bagi siapa saja yang memerlukannya. Sedapat mungkin tetap bergembira meski dalam kesulitan, karena Tuhan selalu ajar kita bukan hanya melalui hal hal yang baik tapi dalam kesulitan pun ia membawa kita sehingga kita mengerti apa juga yang terjadi bagi orang lain……
Lagi dalam pelayanan ini BIAR TUHAN MAKIN BESAR DAN KITA MAKIN KECIL…..segala kemuliaan bagi DIA saja, walau memang Tuhan memang kita sangat luarbiasa, kita tetap rendah hati dan semakin mengasihi Tuhan dan jemaat-Nya….
Aku berdoa kepada saudara yang menerima dan mempelajari bahan tulisan artikel ini boleh mendapatkan berkat untk bekalan saudara melayani Tuhan dan pekerjaan-Nya !
Untuk dapatkan lebih banyak lagi saudara boleh dapatkan tulisan artikel karangan saya di Catatan FB dan website : www. asiancross2.blogspot.com dan borneocross.blogspot.com.my ….Tuhan berkati dan pakai kita semua, Maranatha !
Selasa, 29 September 2015
Senin, 28 September 2015
PELAYAN MUSIK GEREJA (Hotben Siahaan)
AKU DAN MUSIKKU
PELAYAN MUSIK,...cenderung
lebih memperhatikan permainan musik dan alat musik, padahal rahasia bukan
disitu ! Belajar seperti Daud ! Bagaimana sejak di padang penggembalaan hingga
di istana raja ! Maka tak salah lagi, banyak pemusik tak faham melayani, tak
ada kuasa dan sangat lemah !!!
Jangan terlalu banyak
seminar musik, bengkel musik, konfrens etc, tapi pemain musik tak pernah faham
bagaimana mengangkat senjata....?
SEKALI lagi pelajari pribadi
: MUSA, DAUD, PAULUS tentu YESUS diatas mereka bertiga, Puji Tuhan !
Pengangkat senjata (Musik)
jangan cengong !!!Anda harus berkarya, karena Tuhan menciptakan kita untuk
berkarya, dan jadi berkat bagi bangsa-bangsa !
Bekerja, Rajin,
Jujur, Tulus
dan
Intim dengan BAPA
adalah kunci
mencapai kejayaan !
"Diberkatilah
yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN !"
Yeremia 17:7
PETA PERJALANAN HIDUP.....Hotben Siahaan
PETA PERJALANAN HIDUP
RANCANGAN KETERAMPILAN
UNTUK MENCAPAI MASA DEPAN
YANG PENUH HARAPAN
YANG PENUH HARAPAN
Hotben
Siahaan, M.Min
RAJAWALIBORNEO
“Tetapi
orang yang berbudi luhur merancang hal-hal yang luhur,
dan
ia selalu bertindak dimikian.” Yesaya 32:8
Kandungan:
1.
Pendahuluan.
2.
Menemukan
potensi unggul pada diri sendiri.
3.
Aktifitas
diri sendiri
4.
Focus
dan Goal Setting
-
Membangun iman dan pelayanan
-
Membangun kualitas fikir
-
Meningkatkan kualitas kerja
-
Meningkatkan kualitas karya
-
Meningkatkan kualitas hidup
5
Merencanakan Bagan Kehidupan
6. Kemana Pergi ?
7. Lima Langkah Untuk Mencapai Hasil Maksimal
8.
Daftar Pekerjaan dan
Profesi
9.
Mengenal Type Pekerja dan Kepribadian
Kepustakaan
1.
Pendahuluan
Merancang keterampilan untuk mencapai
masa depan yang penuh harapan adalah satu pemikiran awal pencapaian kesuksesan
dan kebahagiaan sejati. Sama seperti seseorang yang hendak memasuki sebuah
kawasan di tengah-tengah kota, maka ia memerlukan sebuah peta petunjuk,
bagaiman ia boleh sampai di tempat tujuan yang harus ia capai tanpa menghadapi
banyak rintangan. Barangkali selama dalam perjalanan menuju ke arah destinasi
akhir, ia kerap kali berhenti dan memperhatikan tanda-tanda, rambu-rambu
lalulintas, petunjuk-petunjuk bahkan bertanya langsung kepada setiap orang yang
ia jumpai supaya ia tidak tersesat lalu sampai ke tempat tujuan dengan selamat.
Membuat peta hidup bagi seseorang sangat
penting, tidak saja menjadi catatan perjalanan akan tetapi hal ini menjadi alat
control diri dan kesempatan untuk mengevaluasi tentang pencapaian rencana dalam
periode tertentu, apakah berhasil, tertunda atau gagal.
Seorang professor Jepang, Toshiko
Kinoshita dari Universita Waseda Jepang berkata, “Orang Indonesia tidak
pernah berpikir panjang” Maksudnya
kultur budaya kita terlalu berpikiran hal-hal yang pendek, kecil dan cenderung
boros. Dan bila kita amati bisa benar juga. Lihatlah pola periklanan kita di
televise, khusus dalam mempromosikan alat-alat komunikasi semacam telepon
cellular, wow…iklannya terkesan membuat malas, gossip, sms-an terus dan kapan
kerja ?
Lihat juga pola kerja pembantu rumah
tangga sekarang, hape-nya saja bisa lebih keren dari hape majikannya.
Dan yang sedihnya, setiap bulan gaji habis hanya untuk beli pulsa.
Itu dalam lingkup akar rumput, ternyata
di kalangan politisi, pengajar, artis ya sama saja parah juga. Pengaruh hape
itu bisa merusak moral pejabat sehingga perselingkuhan sesama pejabat, pegawi,
karyawan, perceraian artis acap kali di temukan, dan sangat memalukan.
Jadi tidak salah apa yang dikatakan Prof
Toshiko, malah ia tambahkan pola berpikir tidak panjang akan membuat Indonesia
sulit bertarung di kancah perekonmian Internasional, sehingga untuk menyamai Malaysia
apalagi Cina dan negara-negara Asia lainnya diperlukan waktu yang masih cukup
panjang.
Mari kita check apa yang dikatakan bapak
Prof itu pada 6 tahun yang lalu, Kompas 24 Mei 2002. Kenyataannya di dalam
kemudahan pengembangan dunia usaha Indonesia ada diperingkat 123 dari 168
negara di Asia Timur, jauh di bawah Vietnam 91, Malaysia 24, Thailand 15,
Hongkong 4 dan Singapura ke 1. Bahkan dalam skala global, 10 negara terbaik
untuk usaha, Singapura ada pada peringkat 8, Hongkong 9, sedang Indonesia ke 81
dan Denmark pada peringkat 1…Data survey Majalah Forbes dirilis Koran Sindo
Senin 21 Juli 2008.
Katherin Graham, pemilik dan pemimpin The
Washington Post, menulis buku biografinya sebagaimana yang ia dapat dari
ayahnya bahwa manusia dapat membuat peta hidup untuk mengontrol perjalanan
karirnya di masa depan dengan rumusan:
Dua puluh tahun pertama untuk sekolah,
Dua puluh tahun berikutnya untuk
pengembangan diri, eksperimen, penguasaan kompetensi, menikah, memiliki manak,
menata keluarga.
Maka pada umur empat puluh hingga enam
puluh, periode mengimplementasikan semua yang telah kita pelajari di masa
sebelumnya.
Sedang pada enam puluh tahun ke atas
jika Tuhan memberi umur panjang, sehat, sebaiknya mendedikasikan diri bagi
pelayanan mayarakat.
Bila kita mengamati secara detail, maka
keberhasilan orang-orang ternama yang meraih sukses gilang-gemilang, tidak
seorangpun yang dapat meraihnya hanya dengan duduk-duduk, mengkhayal atau hanya
bermimpi saja. Rata-rata mereka orang-orang yang gigih, pantang menyerah dan
telah membuang banyak energi, uang bahkan membuang kesenangan-kesenangan
pribadi untuk mencapai sukses dan bermanfaat bagi banyak orang.
Dalam Alkitab kita melihat peta
perjalanan hidup bapak Abraham, Musa, Rut, Daud, Yohanes Pembabtis dan Paulus.
Mereka telah menorah sejarah sukses dan menjadi model bagi kita yang hidup di
masa kini. Alkitab menulis bahwa mereka telah melakukan pekerjaan-pekerjaan
mereka dengan gigih, pantang menyerah sesuai panggilan Tuhan dan talenta yang mereka miliki..
Dari tahun ke tahun muncul orang-orang
hebat, yang Tuhan tampilkan untuk membawa perubahan baru bagi kemajuan dunia
masa kini dan kita mengenal mereka seperti: Albert Eistein, Thomas Alfa Edison,
Mozart, Beethoven, Bill Gates bahkan Habibie putra bangsa yang menjadi salah
seorang ahli pembuat pesawat terbang yang diakui dunia.
Dalam misi pekabaran Injil dan sosial
kita mengenal pula nama-nama besar seperti Judson Adoniram, Hudson Taylor,
Nommensen, John Sung, Bunda Theresa, Billy Graham, Benny Hinn dan Reinhard
Bonnke. Sedang dalam dunia politik ada Nelson Mandela, Margareth Thatcer, Aung
San Suu Kyi, Che Guevara dan Bung Karno dari negeri kita. Malahan yang tak
kalah pentingnya ada Ir Ciputra yang menyulap kawasan kumuh menjadi kawasan mal
elit seperti Ancol, dan Ir. Aburizal Bakri yang sukses di bidang perkebunan
kelapa sawit, serta yang lainnya yang tak terhitung baik skala nasional maupun
internasional.
Malahan yang hari-hari ini banyak kali
menjadi inspirator besar dan membangkitkan semangat hidup bagi kaum lemah dan
pemacu bagi kaum yang menganggap diri sehat jasmani ternyata mereka menjadi
figure yang sangat dibanggakan. Walau mereka cacat fisik, tubuh tak ideal
tetapi Tuhan memberi mereka satu
keterampilan skill yang unggul dan dapat diandalkan yang bukan saja hanya bagi
kesenangan mereka sendiri tetapi juga bermanfaat bagi banyak orang. Mereka
adalah seperi Nick Vujic, Tomy Blandes, Hey A dan Yoo Ye-eun pemain piano yang
buta, yang mengguncang dunia walau baru berusia 5 tahun.
Kita yakin kesuksesan mereka punya dasar
yang teramat panjang bila dilukiskan dalam buku ini. Yang jelas mereka
mempunyai impian, cita-cita yang luhur sehingga untuk mencapainya mereka mau
bekerja keras, pantang menyearh, tak bersungut-sungut, menerima keterasingan
dari jangkauan khalayak ramai, selalu mau belajar sekalipun dari hal-hal yang
sepele dan amat menghargai waktu walau hanya sedetik saja.
2.
Menemukan potensi unggul pada diri sendiri.
Seseorang agak sukit mengenal dan
menemukan potensi apa yang terkandung dalam dirinya. Dan untuk mendapatkannya
diperlukan orang-orang yang dapat mengerti hal ini. Mereka bisa sebagai
orangtuanya, keluarga, teman, guru bahkan orang-orang yang mendapat karunia
mengenal bakat orang lain. Sehingga bila ini ditemukan maka dengan mudah orang
itu diarahkan, dilatih dan diperlengkapi untuk mencapai tujuan bakat, keterampilan
itu.
Dalam kehidupan sehari-hari kita
menjumpai ada banyak orang mempunyai potensi, bakat terpendam, tetapi karena
dirinya kurang mengenal bakatnya atau tak ada orang yang membimbingnya, maka
orang tersebut tak memberikan nilai yang tinggi dalam hidupnya.
Demikian pula dalam satu wilayah di
bahagian negeri ini. Kita mengenal Danau Toba yang sejak dahulu menjadi tujuan
wisata domestik dan mancanegara, akan tetapi sudahkah potensi danau itu
dikelola secara maksimal ? Malahan bila kita melihatnya sekarang, justru agak
merosot dibanding tiga puluh tahun yang lalu. Ini artinya, potensi alam danau
Toba tak mendapat perhatian serius yang setiap saat mesti di kembangkan sesuai
keberadaannya sebagai kawasan pariwisata nasional yang mampu mengangkat perekonmian
daerah, dan menjadi kebanggan bangsa kita.
Jangan dalam lingkup yang umum, bila
kita masuk dalam lingkup pelayanan kita juga seringkali menjumpai
potensi-potensi yang nganggur di dalam komunitas gereja. Ya sumber manusia,
alat pendukung ibadah tools seperti peralatan musik, soundsystem dan
perangkat-perangkat lainya tak memiliki potensi yang maksimal. Umumnya anggota
jemaat itu berfungsi hanya di hari minggu saja, demikian pula dengan perangkat
pendukungnya. Sehingga di hari-hari lain ya menganggur, pada hal bila kita
hitung dengan rupiah bisa mencapai ratusan juta rupiah, sesuai ukuran besar
kecilnya gereja itu. Lalu kalau demikian, ya jemaat itu dingin secara rohani
sedang tools tadi bisa keropos atau hancur digigit tikus dan menjadi
sarang kecoa selama 5 hari. Rugi kan ?
Kalau kita bertanya di mana letak
kesalahannya ?
Ya bisa jadi seperti apa kata Prof
Jepang itu. Tak berfikir panjang, boros dan tak mampu melihat potensi yang
sangat mahal dibalik keberadaan jemaat dan tools yang ada. Hal ini berbeda
dengan pola fikir dan kerja orang Korea. Sebagaimana kesaksian Mr Min yang kami
jumpai di Yayasan Tanah Kanaan di Palabuhan Ratu Jawa Barat. Ia katakan, “
Bangsa kami kecil dan pernah dijajah
Jepang. Potensi alam negeri kami juga tak unggul tidak seperti Indonesia, malah
sumber daya manusia pun tak banyak yang hebat apalagi sulit mempelajari bahasa
Inggris. Namun karena ingin maju, maka setiap warga bangsa kami harus berani
bangkit, dan mau bekerja keras sekalipun diawali menjadi kuli di bangsa-bangsa
lain seperti Amerika bahkan Jepang sendiri.”
Luabiasa, ingat 40 tahun yang lalu Korea
nyaris tak diperhitungkan, mereka miskin, banyak wabah penyakit sehingga kala
itu Indonesia lebih unggul dari mereka. Tapi sekarang apa yang kita lihat
? Kota mereka moderen, tertib, dan
banyak bangsa-bangsa belajar kepada kesuksesan Korea. Malahan bagi negeri kita
dampak kesuksesan Korea amat dominan karena hampir setiap ruang di rumah
tangga, kantor, hotel, jalan raya disesaki dengan produk-produk Korea yang tak kalah
unggul dari produk Jepang sang penjajahnya.
3.
Aktifitas
diri sendiri.
Membuat peta
pribadi dalam jurnal harian atau sesuai ketentuan waktu yang kita buat sendiri
amat membantu pencapaian kemajuan keterampilan di masa depan. Dalam hal ini
beberap point penting dapat kita lakukan, yaitu :
1.
Menyediakan
buku dan mencatat jadwal tugas harian.
2.
Membuat
catatan khusus yang amat penting sebagai alat control seperti pada awal tahun
baru dan ulang tahun.
3.
Melibatkan
diri dalam kegiatan yang amat bermanfaat bagi pengembangan diri dan
keterampilan seperti: seminar, diskusi, pelatihan atau kursus informal.
4.
Membaca
bahan literatur buku, koran, majalah, berita elektronik yang ada benang
merahnya bagi kemajuan keterampilan kita.
5.
Sedapat
mungkin membaca, mengetahui berita actual penting terkini seperti tragedy
kemanusiaan Tsunami, jatuhnya pesawat Adam Air, badai Nargis di Myanmar, konser
band Ungu di Pekalongan yang berbuntut
tewasnya penggemar mereka dan lain sebagainya.
6.
Terlibat
dalam aktifitas lingkungan sendiri seperti: kegiatan agustusan, kebersihan dan
gotong royong di kompleks gereja atau sekolah.
7.
Terlibat
dalam aktifitas rohani seperti mengadakan bulan misi, pameran misi dan
kunjungan ke daerah terpencil membagi pengetahuan dan berkat-berkat bagi
anak-anak pedalaman.
8.
Mengajak
teman dalam pertemuan pelatihan, seminar KKR, konser dan event lainnya.
9.
Menjadi
pelopor dalam meningkatkan sumber daya manusia dalam lingkup gereja, sekolah
dengan mengundang guru, penceramah, dosen, artis, wartawan, peneliti, pemusik,
pembalap dan lain sebagainya yang sungguh bermanfaat memotivasi penndengar
untuk bangkit meraih kesuksesan.
10.Mengundang
alumni universitas, seminari, misionaris dari dalam dan luar negeri untuk
berdialog dan meberi tips-tips bagi pengembangan kemajuan pelayanan dan
masyrakat.
Kami melihat dalam lingkungan pendidikan
di kampus, seminari atau training centre, bahwa lembaga yang tidak melibatkan
para pengajar, pelatih yang lulus atau berpengalaman luas termasuk dari dalam
dan luar negeri, mereka akan memiliki wawasan yang amat sempit. Akan tetapi
bila institusi lembaga itu mempunyai jaringan dengan orang-orang yang punya
pengalaman dan lulus luar negeri akan membawa dampak yang luar biasa serta
memiliki pola kerja yang amat baik pula.
Dalam lingkup gereja pun boleh kita
lihat, bagaimana kemajuan pelayanan gereja itu tercermin dari pola kerja,
hubungan, kemitraan dari team leadership yang membawa pengaruh kepada kehidupan
jemaat secara keseluruhan. Tidak perduli gereja itu ada di pojok pedalaman atau
di tengah-tengah kota. Yang jelas pola fikir, etos kerja dalam mencapai
kesuksesan rencana dapat terintegrasi dengan pola kerja yang sangat mengglobal.
Dan itu akibat keterbukaan, hubungan keluar yang berjejaring saling
memperlengkapi dan saling menguntungkan.
4.
Fokus dan
Goal Setting
Pernahkah
saudara memperhatikan apa bedanya lampu petromaks dengan batre center ?
Secara sederhana
kita mengetahui bahwa lampu petromaks mampu menghasilkan cahaya yang terang,
sinar yang terpencar melingkari ke segala arah. Semua kita boleh nampak walau
tak begitu jelas. Sedang batre center tidak mampu menerangi seluruh area di
sekitarnya tetapi ia sangat mampu menyoroti satu titik terkecil secara ekstrim
dan terfokus pada bahagian terkecil dari sebuah ruang atau benda.
Menjadi pakar dan sangat menuasai dalam satu bidang
tertentu lebih baik dari pada mengerti banyak bidang tetapi tidak maksimal
adalah pekerjaan yang sangat melelahkan.
Thomas Alfa
Edison, James Watt adalah para penemu ulung yang sejak masa kecilnya gigih
melakukan percobaan dan riset. Hasilnya mereka menjadi orang-orang yang berguna
bagi peradaban dunia.
Rudy Hartono,
David Beckham, Wingi Malsteem, Ebie G Ade, Group Band Kangen, adalah
orang-orang yang mau bekerja keras yang mengubah hidupnya bahkan berguna bagi
orang lain. Mereka pantang menyerah, membuang rasa malu, fitnah, dan terus
mencari bagaimana meraih sukses tanpa merugikan orang lain.
Albert Einstein
Untuk meraih
kesuksesan kita butuh kekuatan bakat 10% dan kerja keras 90%.
Efesus 4:28
Orang yang
mencuri, janganlah ia mencuri lagi, tetapi baiklah ia bekerja keras dan
melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri, supaya ia dapat
membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan.
Di sini kita
menemukan 5 bahagian penting yang mendapat prioritas didalam menentukan focus
dalam mencapai goal masa depan yang kita dambakan seperti: Membangun iman
dan pelayanan, Membangun kualitas fikir,
Meningkatkan kualitas kerja,
Meningkatkan kualitas karya dan Meningkatkan kualitas hidup.
1.1.
Membangun
iman dan pelayanan.
Ada 12 hal yang
mendapat prioritas yang mesti kita lakukan dalam membangunkemajuan iman dan
pelkayanan kita yaitu :
1.
Membaca
Alkitab minimal 1 pasal 1 hari.
2.
Mengikuti
ibadah raya minggu minimal 1 kali dalam seminggu dan pertemuan kelompok cell
minimal 1 kali dalam seminggu.
3.
Melakukan
puasa dan doa minimal 1 hari dalam seminggu.
4.
Membayar
persembahan terbaik pada setiap ibadah dan persepuluhan pada setiap bulannya.
5.
Melakukan
kunjungan ke rumah sakit, membesuk orang sakit, ke penjara, ke panti asuhan dan
panti rehabilitasi minimal 1 kali dalam sebulan.
6.
Mengikuti
kebaktian kunjungan ke jemaat gereja lain bersama keluarga minimal 2 kali dalam
setahun.
7.
Melakukan
tugas bersaksi dan mendoakan orang lain minimal 1 orang dalam seminggu.
8.
Rela
bekerja sebagai guru, pelatih, membagi ilmu kepada orang lain tanpa pamrih.
9.
Melibatkan
diri dalam pelayanan misi dan gereja sekecil apaun adanya.
10.Membantu
pekerjaan misi dalam hal doa, daya dan dana untuk pelebaran pekerjaan Tuhan.
Sebagai contoh memberi bantuan misi kepada misionaris minimal Rp. 50.000,-
dalam sebulan, atau ,membantu peralatan tools pendukung tugas pekabaran
Injil.
11.Terlibat dalam
usaha pekabaran Injil ke daerah, suku terasing dalam hal penerbitan literatur,
pembangunan sumber daya dan fisik lading misi.
12.Mempelopori
pekerjaan misi antarbangsa ke negara-negara tetangga atau jarak jauh.
1.2
Membangun
kualitas fikir
Meningkatkan
kualitas diri dalam hal ilmu pengetahuan dan teori-teori secara umum. Hal ini
sangat penting sebagai wawasan umum sebagai mesin penggerak keterampilan yang
ada, dan telah dirangkum dalam 10 point yaitu:
1.
Belajar
bahasa asing: Inggris, Mandarin, Perancis, Korea, Jerman atau yang lainnya
sesuai kebutuhan lapangan kerja.
2.
Menguasai
teknik desain grafis, mengoperasikan internet, mengedit film video, menulis
buku dan menyusun laporan atau makalah seminar dalam program power point untuk
kepentingan ceramah dan presentasi.
3.
Berusaha
menjadi pembelajar seumur hidup dengan cara membaca 1 buku tuntas dalam
seminggu.
4.
Menjadi
juara atau unggul dalam satu bidang seperti: juara balap sepeda motor, juara
catur, juara kontes gitar, juara baca puisi, juara mengarang karya ilmiah dan
lain sebagainya.
5.
Menjadi
nomor satu dalam kelompok tumbuh bersama seperti kelompok band gereja, kelompok
pencinta alam, ketua OSIS, ketua RT dan RW, pimpinan rombongan misi luar
negeri, ketua pelaksana festival musik.
6.
Aktif
dalam kegiatan kelompok minat, seperti studi ilmiah remaja, penelitian suku terasing,
group paduan suara gereja, group tari, kelompok pencinta alam.
7.
Aktif
dalam kegiatan sosial seperti pelayanan ke penjara, anak yatim piatu, panti
jompo, membuat konser musik untuk bantuan sosial korab bencana dan mendukung
proyek penanaman sejuta pohon dalam menanggulangi pemanasan global.
8.
Mengikuti
pelatihan, kursus kilat di bidang misi,
musik, fashion, jurnalistik dalam skala regional, nasional hingga
internasional.
9.
Mempelopori
proyek karya wisata dan kunjungan untuk memberi penyuluhan bagi komunitas
tertinggal di daerah terpencil di tanah air hingga manca Negara.,
10.Menyelesaikan
studi pada tingkat sarjana dan master di dalam hingga luar negeri.
1.3 Meningkatkan kualitas kerja.
Meningkatkan
kualitas kerja dalam berbagai profesi dan area pekerkjaan sangat diharapkan
terlebih di masa sekarang. Seperti hasil pengamatan Prof Toshiko negeri kita
dikenal sebagai negeri yang sangat makmur, subur dan penduduknya berbudi luhur.
Akan tetapi bila kita amati secara ceremat perkataan ini sudah banyak yang
sudah tidak relevan lagi. Malahan orang luar negeri sangat takut berkunjung ke
Indonesia karena saban hari mendengar berita konflik yang tak berkesudahan atas
negeri kira.
Oleh karena itu,
kita tidak sudi melihat lahan di sekitar kita menjadi lahan yang tidur,
orang-orang di sekitar kita juga banyak yang nganggur sama seperti lahan yang
tidur pula. Tak produktif, malas dan tidak punya rasa tanggung jawab dalam
membangun negeri ini. Karena itu mari kita bangkit dan mulai lakukan apa saja
yang baik sekalipun kelihatannya amat sederhana.
1.
Menanam
bunga-bungaan di sekitar halaman rumah.
2.
Menanam
sayur mayor di sekitar pekarangan rumah, took, kantor, dan gereja.
3.
Mempelopori
pelatihan kelompok ibu-ibu untuk membuat kue-kue, handycraft untuk
dijual dan mengumpulkan dana misi gereja.
4.
Membuka
lading bunga, kebun sayur, kebun buah, ladang sawit di area yang tepat yang
bermanfaat bagi kemajuan ekonomi warga jemaat dan sekitarnya.
5.
Membuat
usaha peternakan sapi di Jawa, tambak udang di Cirebon, produksi mebel di Jepara,
Kebun buah-buahan di Berastagi dan budidaya ikan mujahir di sekitar pantai
danau Toba.
6.
Membuat
usaha pengalengan ikan hasil laut di Kepulauan Riau untuk diekspo ke Singapura.
7.
Membuka
lading singkong untuk mensuplay kebutuhan pabrik tapioka di Lampung.
8.
Membuka
rumah produksi film pelajaran untuk kebutuhan anak-anak primitive di Jambi.
9.
Membuka
training misi terpadu dari mulai perekrutan murid, pelatihan di asrama dan
pengutusan ke ladang misi untuk mensuplay pekerja ke berbagai lading misi.
10.Membuka kantor
konsultan di bidang musik dan misi antarbangsa untuk menjawab kebutuhan pelayan
misi anrtarbangsa.
11.Merencanakan
penghasilan Rp. 10 juta perbulan, dan menyalurkan 10 persen untuk dana misi
khusus pendidikan misi.
12.Membuka unit
usaha yang mampu menampung sebanyak-banyaknya tenaga kerja dan dilatih menjadi
murid Kristus.
1.4
Meningkatkan kualitas karya.
Meningkatkan
kualitas di bidang karya sangatlah penting.
Karena sekecil apapun hasil karya kita bisa mendapat apresiasi penilaian
dari orang lain. Sebut saja di bidang seni musik, maka ada lembaga yang
menangani setiap karya kita supaya terhindar dari pembajakan, penjiplakan
bahkan pencurian hak cipta.
Karena itu kita
tak perlu ragu untuk berkarya. Di negeri ini ada lembaga yang syah menangani
setiap karya cipta sekaligus mengatur royalty sesuai tingkat pengguna lagu
tersebut seperti Yayasan Karya Cipta Indonesia yang menangani karya cipta para
pencipta lagu Indonesia baik yang masih hidup bahkan yang sudah meninggal.
Itulah sebabnya kita tidak perlu ragu untuk berkarya mengembangkan daya cipta
dalam berbagai bidang, termasuk dalam karya jurnalis seperti jadi fotografer,
penulis berita, bahkan menjadi perancang busana, pembuat situs di internet dan
lain sebagainya semua dapat kita kerjakan dan bisa menghasilkan uang.
Beberapa ide
kreatif yang dapat dikerjakan dan mengarah kepada peningkatan kualitas karya
serta sangat bermanfaat bagi banyak orang lain seperti:
1.
Mengadakan
penelitian kecil dan menulis laporan tentang pengaruh pemanasan global di
lingkungan orang rimba Jambi.
2.
Merancang
perjalanan wisata rohani yang bersinergi dengan lembaga atau kelompok
masyarakat nelayan di Pelabuhanratu Jawa Barat.
3.
Membuat
VCD tips menanam, merawat dan manfaat bunga anturium berdurasi 30 menit, dengan melibatkan warga petani di
lereng gunung Merbabu Semarang, Jawa Tengah.
4.
Memotret
dan membuat laporan tentang kesibukan para TKI Indonesia di beberapa kawasan
industri dan kota-kota di Malaysia.
5.
Mengumpulkan
karya sastra lisan para datuk yang buta huruf di komunitas Suku Laut Bintan
Kepulauan Riau.
6.
Membuka
situs internet sebagai wadah informasi dan pengetahuan khusus pekerjaan misi
penginjilan dunia.
7.
Mengadakan
konser musik untuk pengumpulan dana membantu keluarga korban Tsunami di pulau
Nias, Sumatera Utara.
8.
Menerbitkan
buku tips traveling perjalanan darat dari Jakarta sampai Banda Aceh dilengkapi
dengan foto-foto dan informasi kota yang dilalui.
9.
Membuat
penelitian tentang penanggulangan macet di kota Jakarta dengan melibatkan
murid-murid sekolah tingkat SMU dan Mahasiswa bekerjasama dengan pihak terkait.
10.Membuat kegiatan
karya wisata dan pendidikan misi penginjilan di seluruh kawasan wisata
Indonesia dan beberapa negara tetangga.
1.5
Meningkatkan kualitas hidup.
Apapun
hasil kerja yang akan dan sudah kita capai maka tidak ada artinya bila dalam
hidup ini kita tidak memiliki kebahagiaan yang hakiki. Harta boleh melimpah,
gelar akademis juga berderet panjang, sanjung puja tak pernah usai, namun bila
kebutuhan batiniah kita tidak tercapai maka istana sesejuk apapun menjadi panas
bagai tinggal di padang gurun.
Ingatkah
kisah Abraham bapa orang percaya itu ? Ia mempunyai harta yang sangat banyak.
Alkitab menulis bahwa Abraham adalah orang yang sangat kaya, akan tetapi ada
satu masalah yang sungguh-sungguh mengurangi kebahagiaan suami istri ini,
karena Sara tidak mempunyai anak sedang hambanya Hagar mendapat anak dari
Abraham.
Kejadian
16:1 -6
Adapun
Sarai, isteri Abram itu, tidak beranak. Ia mempunyai seorang hamba perempuan,
orang Mesir, Hagar namanya. Berkatalah Sarai kepada Abram: "Engkau tahu,
TUHAN tidak memberi aku melahirkan anak. Karena itu baiklah hampiri hambaku
itu; mungkin oleh dialah aku dapat memperoleh seorang anak." Dan Abram
mendengarkan perkataan Sarai. Jadi Sarai, isteri Abram itu, mengambil Hagar,
hambanya, orang Mesir itu, -- yakni ketika Abram telah sepuluh tahun tinggal di
tanah Kanaan --, lalu memberikannya kepada Abram, suaminya, untuk menjadi
isterinya. Abram menghampiri Hagar, lalu mengandunglah perempuan itu. Ketika Hagar
tahu, bahwa ia mengandung, maka ia memandang rendah akan nyonyanya itu.
Lalu berkatalah Sarai kepada Abram:
"Penghinaan yang kuderita ini adalah tanggung jawabmu; akulah yang memberikan hambaku ke
pangkuanmu, tetapi baru saja ia tahu, bahwa ia mengandung, ia memandang rendah
akan aku; TUHAN kiranya yang menjadi Hakim antara aku dan engkau." Kata
Abram kepada Sarai: "Hambamu itu di bawah kekuasaanmu; perbuatlah
kepadanya apa yang kaupandang baik." Lalu Sarai menindas Hagar, sehingga ia
lari meninggalkannya.
Dalam mencapai kualitas hidup yang penuh
kebahagiaan ternyata kehadiran anggota rumah tangga secara harmonis mampu
menggeser kedudukan harta benda, populeritas dan sanjung puja. Sebab untuk apa
suami bergembira dengan harta yang ia peroleh sedang istri menjerit karena
penghinaan seorang hamba yang sangat sombong dan menyakitkan ?
Ingtkah juga tentang perumpamaan anak
yang hilang ?
Dalam perumpamaan ini kita menemukan
bahwa bapa dari anak itu adalah seorang yang sangat mampu, mempunyai harta
benda yang banyak pula. Akan tetapi manakala anaknya pergi meninggalkan dia, ia
pun sangat sedih dan selalu berduka. Hal ini dapat kita terima dari
perkataannya:
Lukas 15:32
Kita patut bersukacita dan bergembira
karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat
kembali."
Dalam hidup ini saya suka sekali
mendengar cerita orang tua yang sangat menderita karena ditinggal jauh oleh
anaknya. Seperti cerita seorang ibu dari sebuah desa di Grobogan Jawa Tengah,
yang sangat merindukan anak tunggalnya ada di sisinya. Akan tetapi karena jauh
di Jakarta, maka ia semakin memendam kerinduannya dan akhirnya ibu itu menjadi
jatuh sakit. Akan tetapi ketika ibunya mendengar bahwa anaknya akan datang
menjenguknya, maka ibu itupun berangsur-angsur sembuh walau anaknya itu belum
sampai di rumahnya. Dan ketika anaknya itu ada di hadapannya, iapun sangat
bergembira dan sembuh total.
Mengakhiri peta
perjalanan dalam mencapai hidup bahagia di masa depan ini, kita mengikuti 10
tips yang dapat kita lakukan secara terus menerus di setiap hari yaitu :
1.
Mendoakan
orang tua dan menanyakan kesehatan mereka.
2.
Merencanakan
pernikahan sebelum usia 26 tahun laki-laki dan 24 tahun perempuan.
3. Membangun
rumah tangga yang harmonis dan penuh kemuliaan Allah.
4. Membesarkan
anak-anak berprestasi dan berprilaku manis.
5. Menyantuni
anak-anak yatim piatu, orang tua jompo dan panti asuhan.
6. Berfikir
positif, berbicara positif.
7. Tidak
mengingat dan menyebarkan kejelekan orang lain tetapi cukup kebaikannya saja.
8. Menata
hidup sehat keluarga dan bermanfaat bagi banyak orang.
9. Senyum,
salam, ramah, dan sopan kepada semua orang.
10.Memberi
bantuan sekecil apapun bangi orang yang meminta pertolongan.
5. MERENCANAKAN BAGAN KEHIDUPAN
John Atkinson
Apabila Anda tidak mengatur kehidupan Anda sendiri,
orang lainlah yang akan mengatur Anda.
Amsal 21:29
Orang fasik bermuka tebal, tetapi orang jujur mengatur jalannya.
Hari-hari ini banyak orang senang dikarbit. Dikarbit artinya
dipaksa matang. Tetapi bahaya karbitan sangat merugikan banyak orang. Umumnya
pisang adalah satu jenis buah yang sering mengalami proses pengarbitan. Lihat
luarnya nampak matang, tetapi isinya mentah dan punya rasa yang hambar.
Demikian pula dengan satu pencapaian yang diperoleh dengan cara
mengarbit akan membuahkan hasil yang tak baik pula.
Menjadi pejabat negara karena karbitan, akan berlaku korup pada
jabatannya, menjadi pengusaha karena karbitan juga akan menjadi arogan terhadap
lawan bisnisnya, menjadi guru karena karbitan ya juga akan berpengaruh negative
pada proses belajar mengajar di sekolahnya, bahkan menjadi pemimpin umat juga
bisa menjadi kacau karena kurang memahami dasar-dasar pelayanan secara
mendalam.
Kita menghitung bahwa untuk mencapai gelar akademik saja seseorang
memerlukan waktu sekitar 20 tahun di bangku sekolah dan kampus. Lalu ditambah
masa pra sekolah 5 tahun, maka total 25 tahun usia seseorang untuk mencapai
sarjana.
Secara akademis ia dapat lalui, lalu bagaimana dengan prakteknya ?
Pengaplikasian ilmu itu dalam dunia kerja ? Masih diperlukan waktu berpraktek
mulai dari tingkat rendah, menengah sampai tingakat atas. Malahan bila ia
memilih satu bidang yang khusus dan menjadi fokus di bidang itu, ia perlu
tambahkan melalui seminar dan pertemuan ilmiah lainnya.
Sebagai contoh kita melihat bagan perjalanan seorang calon
misionaris antarbangsa.
Pendidikan : Teologi, Misiologi hingga tingkat S1,
S2 dan S3 secara Internasional
Pengetahuan: Umum, Geografi, Sejarah,
Bngsa-bangsa.
Informasi: Belajar langsung dari misionaris
asing, Belajar dari internet. Belajar kisah para misionaris dunia.
Keterampilan/Skill: Menguasai bahasa Inggris
aktif baca tulis, bahasa Mandarin, Bahasa Ibrani dan Yunani bahkan bahasa
daerah di Indonesia sesuai area misi.
Belajar mengoperaskan perangkat computer, mengemudi motor,
mengemudi mobil.
Belajar menggunakan kamera video dan foto, belajar teknik pidato,
presentasi.
Sarana alat pendukung: Peta dunia, computer,
kamus, buku pustaka, tape, radio, i-pod, memory card, disk.
Integritas:
kejujuran, ketulusan hati, semangat kerja, keberanian, sopan santun, karakter.
6. KEMANA PERGI ?
Orang terkecoh pada persoalan tempat. Dimana proses sebuah
kegiatan dilaksanakan memang mempengaruhi, tetapi apakah itu mutlak? Ada orang
ingin membangun toko dan yang pertama ia cari adalah lokasi di pinggir jalan
atau di persimpangan jalan.
Dave Mahoney :
“Yang penting bukanlah di mana Anda berada dahulu, atau di mana
Anda berada sekarang, melainkan ke mana Anda ingin tiba.”
SECARA ROAI SORGA ADALA TA AKIR PERALAA IDP KITA……
7.
LIMA LANGKAH UNTUK MENCAPAI HASIL MAKSIMAL
1. Punya
keinginan yang bersih dan yakin untuk mencapai cita-cita dan visi.
2. Menetapkan
sasaran secara detail mulai dari kuantitas, kualitas dan waktu
3. Menyiapkan
alat pendukung, bahan baku dan pendistribusiannya.
4. Melakukan
proses kerja sesuai urutan prioritas secara baik.
5. Buat
evaluasi dan tindak lanjut.
Contoh:
Saya
berkeinginan menerbitkan buku Misi Antarbangsa, maka untuk merealisasikannya
saya harus memantapkan keinginan membuat buku, kemudian menetapkan bagaimana
proses kerjanya melalui cetakan atau foto copy saja, dari situ saya
mempersiapkan bahan tulisannya dan siap untuk dicetak, kemudian disaklurkan.
Dan pada langkah selanjutnya saya mengevaluasi hasil kerja cetakan tersebut dan
merencanakan lanjutannya.
8.
DAFTAR PEKERJAAN DAN PROFESI DAN
PETANI
& NELAYAN
Tanaman
pangan: padi, jagung, kedelai,
Hortikultura
: pisang,magga, manggis
Peternakan
: ayam, sapi, kambing
Perkebunan
: cengkeh, sutera, kelapa sawit
Nelayan:
lepas pantai, kepulauan
INDUSTRI
Elektronika:
televisi, radio, computer, tape
Garmen
: busana muslim, olah raga, anak, designer, pembatik
Makanan/minuman
: minuman kaleng, jus, restoran
Obat-obatan
: antibiotic, farmasi
Bahan
bangunan : arsitek, kontraktor
Pertambangan
: semen, emas, nikel, gas dan minyak
LSM
Kependudukan,
pembangunan pedesaan, perlindungan satwa langka, bantuan hukum, pendidikan,
wanita, anak jalanan, suku terabaikan
PEMERINTAH
Eksekutif
: Presiden, Menteri, BUMN, Gubernur, Walikota, Bupati, Kepala Dinas, PNS,
Camat, Kepala Desa
Legislatif
: DPR, DPRD, MPR
Yudikatif
: MA, Kejagung, Hakim
ABRI
: AD, AL, AU, Kepolisian
JASA
Agama
: Imam, Pastor, Pendeta, Rabbi, Kiyai, ahli Tafsir, pimpinan pesantren
Pendidikan
: guru agama, guru SD, sekolah menengah, dosen
Pariwisata
: Pemandu wisata, penjual souvenir, travel, kapal pesiar
Transportasi
: pilot, pramugari, kapten kapal, direktur, perusahaan taxi, bus kota
Perhotelan
: manajer, ahli masak
Telekomunikasi
: wartel, kiosphone, warnet, benda pos
PROFESIONAL
Kesehatan
: dokter umum, dokter gigi, dokter anak, mata, jantung, THT
Hukum
: hakim, jaksa, notaris, pengacara
Olah
raga : tennis, bulu tangkis, basket, sepak bola, catur, bridge, golf, atletik
Entertainment
: musik, penyanyi, MC, presenter, DJ
Peneliti
: bioteknologi, astronomi
Seni
: Musik ( pemain piano, Saxapon, biola), penyanyi (pop, dangdut, Country,
anak-anak), pencipta lagu, orkestra, arranger
Lukis
: pelukis potret, natural, abstrak, ilustrasi buku pelajaran, komik, karikatur,
guru lukis, kolektor, pelelang
Tari
: penari (modern, balet, tradisional), koreografer, guru tari
Teater
: penulis naskah, sutradara, peƱata panggung, kostum
Penulis
: novel, sains fiksi, roman, detektif, cerpen, puisi, kolom
Fotografi
: Foto jurnalistik (alam, perang, politik, kegiatan, tokoh), foto iklan, foto
upacara, foto keluarga
Film
: Sutradara, penulis scenario, cameraman, artis/actor, produser, editing,
animasi, dubber, lightman, distributor film
MEDIA
MASSA
Media
cetak : wartawan, fotografer, editor
Medida
elektronik : cameraman, rumah produksi, penyiar
Public
relation : copywriter, art director, pemasaran
9. MENGENAL TYPE PEKERJA MENURUT KEPRIBADIAN
John L Holland, seorang
praktisi yang mempelajari hubungan antara kepribadian dengan minat pekerjaan,
mengemukakan bahwa ada 6 tipe atau orientasi kepribadian pada manusia:
1. Tipe
realistik, pekerja dengan mengandalkan fisik yang kuat seperti: perburuhan, pertanian, barber shop, dan
konstruksi.
2. Tipe
intelektual, pekerja di laboratorium penelitian seperti peneliti, ilmuwan, dan
ahli matematika.
3. Tipe
sosial,pekerja seperti guru/pengajar, konselor, pendeta, pekerja sosial,
guide, dan bartender.
4. Tipe
konvensional, pekerja seperti sekretaris, teller, filing, dan akuntan.
5. Tipe
usaha atau enterprising pekerja sebagai sales, politikus,
manajer, pengacara atau agensi iklan.
6. Tipe
artistic,pekerja seperti musisi, seniman, decorator, penari, penulis.
Kepustakaan:
1.
Alkitab Elektronik 2.0.0
2.
Mengelola Hidup Dan Merencanakan Masa Depan
3.
Koran SINDO No 1115, 23 Juli 2008
Tuhan memberkati…..
Langganan:
Komentar (Atom)